Marriage

#MondayMarriage: Cantik di Mata Suami

Cantik di mata suami

#MondayMarriage: Cantik di Mata Suami

Suatu kali sahabat saya curhat tentang hobi baru suaminya yang sekses bikin dia beper. “Suamiku sekarang seneng banget nonton acara gosip masa, sama kontes kecantikan semacam Putri Indonesia, Asia’s Next Top Model, atau Miss World gitu”, tuturnya. Terus kenapa dia jadi baper? Soalnya mau nggak mau dia merasa minder dengan wanita-wanita yang dilihat suaminya di layar kaca: cantik, seksi, terawat. Kalau sekedar nonton sambil lewat mungkin nggak terlalu gimanaaa gitu, tapi ini serius banget nontonnya.

Utunglah nggak sampai ada ucapan dari suaminya semacam, ‘Kok kamu nggak cantik kayak dia ya’. Woogh, kalau sampai keluar ucapan kayak gitu, kalau saya jadi istrinya sih bakalan merepet, “Menurut ngana? Cantik dan terawat kayak gitu emang nggak butuh modal? Sini modalin dong. Buat  mandi susu, sedot lemak, totok aura sekalian”. Deuh, suara batin, Nyak? :p. Nggak lah, hahaha.

FYI, sahabat saya ini anaknya 3, bagi saya masih cantik meski sedikit ‘berisi’, hehehe. Tapi dari curhatannya, saya jadi berfikir.

Apa iya wanita setelah menikah dan punya anak boleh mengabaikan penampilan?

Di sisi lain, apa salah jika suami masih butuh melihat istrinya menyejukkan pandangan, tak peduli apa yang dilalui istrinya sepanjang hari? Mengurus rumah, mengurus anak-anak, menyiapkan makanan, dan lain-lain.

Dulu saya berfikir, namanya suami istri harus saling menerima kelebihan dan kekurangan satu sama lain. Meski bau asap, meski bau ompol si kecil, istri tetap menjadi yang tercantik dan terkasih. Sampai kapanpun. No matter what.

Ternyata? Setelah menajalani pernikahan selama 6 tahun (iya belum lama sih), mendengar cerita dan curhatan teman-teman, saya sadar bahwa kita ini hanyalah manusia. Yang cintanya bisa memudar, yang imannya bisa naik turun, dan kadang dilanda rasa bosan. Rumah dan pasangan seharusnya menjadi tempat pulang yang menyenangkan setelah seharian berjibaku dengan penatnya pekerjaan dan macetnya perjalanan. Betapa mengerikan jika ternyata bilangan pernikahan yang semakin lama justru semakin membosankan. Jadi…

Spice up your marriage, Ladies!

Kalau nggak? Ada resiko yang akan kita hadapi. Dari yang enteng semacam hubungan yang dirasa semakin hambar hingga yang terberat: terpikatnya pasangan kita ke orang lain. NOOO…

Lalu gimana caranya? Salah satunya ya judul artikel ini, menjadi cantik di mata suami yang konon adalah makhluk visual. Menjadi cantik nggak harus ngelenong alias make up tebal tiap hari kok. Yang penting menjaga penampilan dengan tetap bersih dan terawat. Iyaaa, ngerti banget kok kalau emak-emak macam kita ini (apa saya doang?) yang punya balita lebih dari satu tanpa asisten rumah tangga, doh, kapan ngurusin diri sendiri? Waktu habis buat ngurus rumah dan ngurus bocah. Terus kapan ke salon? Kapan luluran? *nangis*

Ya kali deh, ke salon nggak tiap hari juga kali, tekooorrr XD. Selama ini beberapa hal ini yang saya lakukan sih.

1. Cantik Saat Suami Berangkat dan Pulang Kerja.

Karena itu waktu rawan, yakan? Saat berangkat ke kantor, dia akan ketemu sama rekan kerjanya yang rapi dan wangi. Masa iya kita nganter dia masih pakai baju tidur dan muka bantal? Jadi saya harus mandi pagi-pagi. Dandan. Perkara abis itu saya masih harus beberes rumah, ngelarin masak, ngurus anak terus keringetan lagi, ya nggak papa. Yang penting pas saya salim dan dia cium saya, saya udah seger dan wangi. Ihiiyyy. Begitupun anak-anak. Sebisa mungkin pas ayahnya berangkat mereka udah mandi. Sebenernya suami nggak pernah minta kayak gitu juga sih. Cuma pada suatu hari saya mandiin anak pagi-pagi terus pas dia berangkat bilang, “Naaah, gini dong. Ayah berangkat udah ganteng dan cantik”, sambil menciumi mereka bergantian. Oke, catet. Dia suka. Lanjutkan! Akhirnya anak-anak terbiasa juga. Kalau sorepun saya cukup megingatkan, “Ayah sebentar lagi pulang lho, masa belum pada mandi”. Udah deh mereka langsung minta mandi, hihi.

Pas pulang kerja apalagi ya. Seharian dia ketemu sama orang-orang dengan berbagai penampilan, penat dengan pekerjaan dan macetnya jalanan. Kalau sampai rumah liat rumah berantakan dan penghuninya yang awut-awutan, apa iya nggak tambah pening?

Terus ini berlangsung tiaaaap hari? Ya nggak juga. Namanya juga manusia yang dinamis nggak kaya robot. Kadang suami pulang cepet, rumah masih berantakan dan kami belum pada mandi, atau pas lembur pulang telat jadinya rumah yang udah rapi berantakan lagi sama anak-anak. Hahaha. Tapi kan itu insidental ya. Yang penting kita sudah usaha buat nyenengin dia. Ya nggak? 😉

[ Baca juga: Bijak Nge-tag Suami ]

2. Tentang pakaian.

Suami saya itu BIG NO sama daster. Haram deh saya pake daster. Ya nggak suka aja. Jadi saya nggak punya daster sama sekali. Padahal banyak yang bilang make daster itu surga ya. Nyaman banget. Katanya makin lama usia daster maka semakin nyaman, apalagi banyak lubang anginnya alias sobek-sobek *eh. Tapi bagi yang ngliat terutama suami apa iya nyaman? Apa malah bikin sakit mata? Saya tau tipe suami beda-beda ya. Ada suami yang seneng-seneng aja istrinya make daster karena katanya ya kalau dasarnya cantik mau pake apapun cantik. Nah kalau saya suaminya nggak suka kalau saya make daster, yowes saya berusaha memanjakan matanya dengan baju yang memang dia suka: t-shirt dan celana pendek. Kecuali kalau dia nggak ada ya. Kayak kemarin pas di kampung saya makein daster Ibu mulu, hahaha.

Nggak ada salahnya juga minta pendapat suami tentang baju yang mau kita pakai. Kaya misal suami nggak terlalu suka kalau saya pake baju item karena saya udah item. Selebihnya asal saya nyaman ya dia monggo aja sih.

Jangan menolak saat suami memilihkan baju untuk kita pakai, terutama untuk di kamar rumah. Ya karena dia yang akan melihat dan menikmati. Walaupun misalnya nggak terlalu sesuai sama selera kita ya. Btw saya jadi inget temen saya yang dulu cerita suaminya pulang dinas dari Bali mbawain bikini sama g-string. Temen saya itu super kalem, jadi shock pas buka oleh-oleh dari suaminya itu. Wahaha. Mungkin suaminya pengen liat istrinya tampil super seksi sekali-kali ya.

Jadi monggo ditanyakan ke suami dia sukanya gimana dan nggak sukanya juga gimana.

3. Tentang Make-up

Seperti yang sudah saya singgung di atas, make-up di sini nggak berarti full dengan segala tetek-bengeknya. Meski buat pecinta make-up, walau di rumah ya happy aja ndempul, malah bisa jadi mood booster katanya. Tapi bagi yang nggak suka, standar banget ya pakai bedak lah biar nggak mengkilap mukanya, sama lipstick atau lipbalm biar bibirnya nggak kering dan pucet. Sama parfum.

Untuk perawatan muka bisa pakai resep tradisional misal maskeran pake putih telur, bengkoang, buah-buahan, apa aja deh banyak ya. Atau mau pake skin care yang tinggal beli. Bebas. Yang jelas jangan males. Kalau males yaudah dadah babay deh. *ngomong sama kaca* *iya saya masih suka males* *sigh*

[ Baca juga: Buka Gadget Pasangan: Yay or Nay? ]

4. Tentang Tubuh

Ini menjadi bagian paling sensi dan bikin baper buat perempuan kayaknya ya. Tentang kurus-langsing-gemuk. Kalau saya dari sononya langsing cenderung kurus. Jadi kalau kebanyakan perempuan gampang gemuk susah kurus, saya kebalikannya. Gemuk kalau pas hamil doang, hahaha. Tapi menurut saya sih mau gemuk ataupun kurus, asal kenceng enak aja dipegangnya dilihatnya. Ya nggak sih? Jadi jangan males olahraga. Ini semacam ngomong sama diri sendiri karena mau daftar senam nggak jadi-jadi, hahaha. Kadang ibu rumah tangga ngelesnya kan nyuci nyapu ngepel itu juga olahraga. Padahal katanya beda yah. Beda diniat dan beda dihasil juga pastinya.

Alternatifnya olahraga sendiri di rumah, ngikutin youtube, hahaha. Atau jogging. Atau sepedaan. Dan percayalah musuh utama dari semua itu adalah rasa malas. Karena kita pikir setelah capek dengan kerjaan rumah tangga yang nggak ada habisnya ya waktu luang mending buat goler-goler sambil ngemil cantik. Iya nggak sih? *ajaran sesat*

Maka dengan ini saya menghimbau kepada ibu-ibu sejagad raya, marilah kita buang rasa malas. Kesehatan Anda begitu berharga. Mari olahraga. Men sana in corpore sano *mulai ngaco*.

5. Senyum

Ini jurus pamungkas. Mau wajah cantik badan seksi kalau judes merengut dan ngomel-ngomel mulu mana enak diliatnya. Hahaha. Ini PR banyak emak-emak kayaknya ya, termasuk saya. Nggak afdol sih ibu-ibu kalau nggak bawel. Huuu, teori macam apa ituuhhh XD. Cantik memiliki banyak dimensi. Wanita yang cerdas akan terlihat cantik, wanita lembut dan penyabar akan terlihat cantik dan anggun. Jadi selain cantik fisik, jangan lupakan juga untuk mempercantik akhlak ya.

Well, itu tadi sedikit yang bisa dilakukan istri untuk bisa cantik di mata suami. Selain setia, menaruh kadar cemburu dengan porsi yang wajar, serta mau mendengarkan keluh kesah dan cerita pasangan. Jalaninnya juga harus bahagia, niatkan untuk ibadah. Menyenangkan suami itu berpahala besar kan yaa…

Dan semoga dengan ini, kita bisa menjadi istri yang menyejukkan pandangan suami dan menjadi alasannya untuk pulang ke rumah dan berlabuh ke pelukan kita. Ahey.

Eh, moga-moga nggak ada yang skeptis dan bilang, “ Alah itu banyak artis yang cantik seksi minta ampun juga tetep cerai, tetep diselingkuhi. Mending biasa-biasa ajalah”

Mungkin seharusnya gini aja, “Iya ya, yang cantik dan pandai merawat diri aja bisa dikhianati, apalagi yang setiap hari menghadapi suami dengan muka berminyak dan daster lecek?”

Semoga kita sepakat bahwa menjaga penampilan dan cantik di mata suami itu perlu. Harus malah. Btw ada yang punya tips tambahan? Yuk share di kolom komentar^^

^Nyak Rotun^

62 Comments

  1. Mbaa, bener banget. Kalau suami pulang kerja, aku sudah mandi, pakai parfum dan lipstik. Sampe anakku selalu nanya “Di dalam rumah kok pakai lipstik’. Hihi..
    Yaa menurtuku suami pun harus demikian ya, harus sama2 saling menjaga. Terima kasih untuk reminder, mba 🙂

    1. Setujuu Mba.Suami juga harus berpenampilan menarik di mata istrinya. Tapi ini lebih dari sisi si istri sih. Kan aku istri, hahahaha

  2. Kenapa istri aja yan sibuk tampil cantik di depan suami ya bahasannya, skali-kali para suami juga dongs. Kan kita juga mau ngeliat suami kekar cem Jason Statham buahahaha

    1. Wkwkwkwk. Kenapa ya? karena ini yang mbahas si istri sih XD. Perlu dibikin postingan tandingan kayaknya dari sisi para suami ya.

  3. Header blognya anggun, Mbak.
    *gagal fokus 😀

    1. Hihi, makasih Mbaaa :*

  4. Kalo suamiku malah anti banget liat aku pake celana panjang ato pendek, padahal aku dulu hampir2 ga pernah pake rok atau gamis. Demi menyenangkan suami, sekarang kemana-mana pakenya gamis deh. Pake celana jeans kesayangan kalo pas dia ga ada aja..hihi

    1. Aku juga kalau keluar rumah wajib pakai rok atau gamis Mba, hihi

  5. hahahahhaa..bener semuaa tips yang diatas…
    ya gitu deh, suamiku juga ga suka sama daster, senengnya liat pake t shirt n celana pendek. Pake baju jangan gedombrong2.
    Ga boleh dandan lebay..

    14 thn pernikahan rasanya alhamdllh dg up n down nya.
    Ya bener yaa, perempuannya cantik aja masih riskan di selingkuhi apalagi yg bau dapur, kecut dll nya

    naseebmu haii perempuan, kudu banyak gaya hahha

    1. Hahahaa, tapi kitanya suka nggaya juga kan Teh? >.< Masya Allah, udah 14 tahun. Ijin berguru Teh *eh. Samawa terus yaaa. Amin 🙂

    2. ini mak nchie curhat hahaha

  6. Noted banget mba. Kadang aku pun seringnya males dandan, wkwk… Dan suami emang sukanya aku terlihat natural, alami tanpa make up, ihiiir ,paling banter lipstik

    1. Memang ada tipe suami yang gitu kook, malah geli katanya kalau liat istrinya dandan, wkwkwk

  7. Lho,tips kita kok sama ya,hanya beda urutan. Hehe…:D

    1. Hiyaaah, masa seeeh? Sehati dong kitaaa *beburu berkunjung balik*

  8. Kalo aku emang ga suka dasteran mak, kaos n celpen always, cuma kaos pun makin butut makin adem hihi…ga jauh beda sama daster, paling suami ngomel, jadiin elap aja tuh baju wkwk. Reminder nih nyak, thank you sharingnya

    1. Wkwkwwk, ternyata sama ya. Makin lama makin adem kalau baju. Kalau sama suami semoga makin lama makin hot ya Mba *eh >.<

  9. Wow menyimak bgt tips-tipsnya dari nyak rotun. Bermanfaat banget buat aku yg masih single happy hehehe *noted*

    Smg langgeng dan happy selalu yah nyak rotun dan suaminya:)

    1. Ihiiyyy…semoga segera jadi dobel dan makin happy ya Neng.
      Allahumma Amin, makasiiih doanya :*

  10. Saya jg pnh berprinsip ga mau pke daster bahkan hingga skrg 7 thn menikah. Etapi ada aja gt yg ngasi2 daster.. akhirnya jd byk daster.. kok jd gue yg curcol hahaha

    1. Hahaha, mungkin yang ngasih pengen liat Mba pake daster kalii. Terus tu daster dipake nggak Mba?

  11. Kudu penting ya Mba tampil cantik dihadapan suami.. apalagi bila suami pulang kerja disambut dengan senyuman, hehe..

    1. Betul Mba Rita. Penting bangets^^

  12. ga berani komeeeen. hahaha…

    1. Haaah? Why oh whyyy??? Hahaha

  13. Untung suami aku enggak pernah kayak gitu, enggak pernah memuji perempuan lain di depan aku… 🙂

    1. Alhamdulillah, bersyukur banget ya Wit 🙂

  14. Bookmark ajalah dulu kan …
    Ntar diamalkan #ahayy

    1. Aheeeyy. Semoga segera datang waktunya untuk mengamalkan ya Muuut :*

  15. Sammma Nyak, aku juga usia pernikahannya 6 tahun.
    Jangan-jangan usia si kecil samaan juga yaa…?

    Haahh, Nyak…berasa aku belum (sama sekali) nyenengin suami kalo baca tulisan Nyak.
    Secara aku masih suka semau-mau sendiri.

    Siap laksanakan, Nyak…
    Tips nya sungguh kece. Barakallah…

    1. Bisa jadi, Led. Bisa jadi 😀

      Atuhlah, jangan begituh. Saling mengingatkan aja yes :*

  16. waduhh ketampar bgt ni aku kalau anter suami berangkat kerja and anak sekolah kadang masih kostum tidur kumel and blm mandi, wkkkk habiss sibuk nyiapin sarapan, mandiin anak dll. Tapi kadang mandi juga sih, perlu disiplin yah mb biar pagi2 dah wangi.

    Tambahan tips lagi mb, koleksi lingerie and baju seksi bwt suamih. Ini menurutq penting jg biar dy senang liat kita kl lg mau ehm2, hahaha…So g ad alasan bwt lirik yg lain dah…

    Ayok kapan janjian nyalon brg mak?*lupa terakhir nyalon kpn, duh nasibb emak2 hahaha

    1. Oh em ji ketampar XD. Hayuk Mba sama2 belajar. Aku juga masih suka gitu kok, Wkwkwk

      Ah iyaa, tipsnya kece itu. Jadi udah punya koleksi lingerie berapa? Hihi. Nyalon? Hayuuuukkk bangets.

  17. hukumnya wajib tuh mbak

    1. Injih, Mbak. Wajibul kudu^^

  18. Waah, jangankan mandi, suami berangkat aku masih tidur, haha,

    Daster dengan banyak lubang angin itu menghemat pengeluaran buat AC mbak.. wkwkwk, aku sih tetep pake daster kebangsaan kalo suami kerja, suami pulang, pake mini dress atau baby doll yang kece lah.. 😀

    1. Aku pernah ada di masa itu, suami berangkat salimnya sambil setengah merem, wahahaha. Pas masih punya bayik.

      Wuih, kalah AC sama daster yak XD.

  19. Untunge suami g pernah aneh2 minta macem2
    tapi yang pasti aku dah ngurangi nampakin cantik diluar selain untuk suami termasuk diblog :))

    1. Aih Mba Echa mah nggak dandanpun udah cantikk. Prioritas ya Mba. Ayune buat Papih aja wes, hihi.

  20. Laaa… kalau aku gimana dong Nyak. Dulu, kalau aku dandan, pasti dia bilang: “wih, seremnya” -__-
    sekarang; ” mau kemana sih?” ya elaa padahal di rumah aja -___-

    Dan daster? aduh, aku anti daster kelas berat. Eh, malah dihadiahin. Masa’ gak dipake? -__- (mungkin pikirnya, biar istri hemat AC)

    ya udahlah, mungkin dia memang mencintaiku apa adanya. mungkin

    1. Hahahaha…masa sih LId? Berarti suamimu termasuk golongan no problemo istrio pake dastero tetap cantiko *apasih*

  21. Saya pakai daster pas waktu bob malam, kalau keseharian lbh milih celana pendek sama kaos hehehe

    TFS Mbak tips cantiknya 😀

    1. Sama-sama Mba April^^

  22. setuju mbak, malah suami yang minta kalau aku sering-sering dandan di rumah haha

    1. Ihiirrr…mesra terus ya Mba Tuty..:*

  23. Huooooooooo…. aku pengen punya suamiiiiii

    Pengen nulis kayak gituan jugaaaa…

    Duuuh, baca blognya nyak rotun jadinya baper deh

    1. Huooo…belum punya yaaa, di doakan segera ya. Duh, jangan baper atulah. Gih, nyari suami *apa-apaan* XD

  24. Kok gw jadi ketawa-ketawa yah bacanya, hahaha

    Gw beliin eneng bekasi bikini ahh….

    1. Ngapa ketawa-ketawa Mas?

      Eciyeeehhh..bikini XD

  25. Serius nggak punya daster? Waaa bisa yaaa, hahahaa

    1. Dua rius, Ji. Bisa laaah ;D

  26. 100% setuju sama 5 point nyak Rotun, meski poin 1 aku belum selalu bisa. Hahahahaha. Kadang Adit udah siap, aku belum mandi jadi masih awut-awutan *__*

    1. Aku juga belum selalu Ges, masih suka males :p. Makasih udah mampir ya, seneng deh dimampiri artis XD

  27. Nyak…daku anti banget sama daster huwwoooooo. Mending celana pendek sama kaosan. Tapi, itu yang mandi itu, anu suka keserempet. Soalnya suka sayang mandi pagi nanti keringetan lagi.

    Jadi noted deh..semoga semakin rajin mandi pagi (mentang2 kerja di rumah)

    1. Hahaha..sama lah, aku juga masih angot-angotan 😀
      Emang beratnya karena kita di rumah wae, jadi nyanteeee ya, hahaha

  28. Aaah, mbak makasi banyak ya sudah nulis catatan ini, aku jadi lebih tahu apa yang perlu diperhatikan kelak kalau sudah nikah. Sudah sewajarnya ya mbak, suami selalu ingin istrinya tampil cantik dan fresh.

    1. Sama-sama Adeeek. Ecieee, yang mau nikah. Semoga lancar-lancar ya. Beneeer, nggak ada lah suami yang pengen ngliat istrinya kucel dan kumel *eh.

  29. suamiku termasuk yang membebaskan saya pake apapun Mba Rotun, mau pake celana pendek/panjang atau mau pake daster dia mah monggo ajah yang penting saya nyaman 🙂

    tapi untuk cantik depan suami itu memang wajib yah hukumnya 🙂

  30. Waaah, bersyukur banget ya Mba. Tapi iya bener, meski suami nggak pernah nuntut, nggak ada salahnya kita memberikan penampilan terbaik buat suami yakan?^^

  31. kayaknya para suami pun perlu tampil gagah dan penuh perhatian pada sang istri 🙂

  32. Beruntung suamiku masih demen liat istrinya pake daster Emang Mbak, makin buluk daster makin nyaman dipakenya. Yang murah aja, 35 ribuan sepotong

    Iya ya, PR banget buat tampil cantik tiap suami berangkat + pulang kerja. Biasanya pagi aku masih bau iler, malemnya wes kecut bau keringat. Ya Allah kudu tobatttt

Leave a Reply

Required fields are marked*