Review

Asuransi Jiwa, Perlukah?

   [SPONSORED POST]

perlukah-asuransi-jiwa

Asuransi jiwa, perlukah?

Suatu kali, selepas maghrib Bapak saya menelfon, mengabarkan kalau salah satu temen SD saya mengalami kecelakaan lalu lintas. Hasan, nama teman saya itu, pulang dari sebuah tempat berboncengan dengan adiknya. Adiknya yang masih SMP, meninggal di TKP sementara Hasan kritis hingga sekarang.

Istrinya Hasan temen SD juga, jadi mereka ini istilahnya teman tapi menikah.

Saat Bapak menutup telfon, saya langsung membayangkan ada di posisi Ria, istrinya Hasan. Dia baru saja melahirkan anak pertama mereka. Gimana rasanya saat mendengar kabar bahwa suami kita, yang tadi pergi dari rumah baik-baik saja, ternyata saat itu sudah berbaring di ranjang rumah sakit dalam kondisi kritis.

Teman-teman blogger juga tentu masih ingat, belum ada hitungan bulan saat suami dari Mak Lianda Marta, blogger yang juga Makmin KEB, meninggal setelah sempat dirawat karena kecelakaan lalu lintas.

Baca: Saat Salah Satu dari Kita Harus Pergi Lebih Dulu

Meski meninggal adalah suatu hal yang pasti terjadi, yang tak bisa dielakkan, tapi entahlah, selalu ada perih yang berbeda di hati saya saat mendengar kabar tentang kematian yang tiba-tiba, apalagi karena kecelakaan. Ingatan saya melayang ke Ummi Pipik, ke derai air matanya saat mengiringi masuknya jenazah suaminya, Ust. Jefri ke liang kubur. Begitu pedih, begitu terluka.

Musibah dan kematian yang tiba-tiba, disebut-sebut menjadi salah satu alasan mengapa kita perlu asuransi jiwa.

Apa Itu Asuransi Jiwa?

Asuransi jiwa adalah sebuah asuransi yang bertujuan menanggung orang terhadap kerugian finansial tak terduga akibat sebuah musibah atau kematian.

Atau mudahnya, asuransi jiwa adalah sebuah jaminan untuk keturunan. Misalnya seorang ayah yang meninggal secara tiba-tiba, jika Ia memiliki asuransi jiwa, maka istri dan anaknya akan ditanggung oleh asuransi sehingga tidak akan terlantar sepeninggal dirinya.

Perlukan Asuransi Jiwa?

Meski sebagian besar kita sudah tahu apa manfaat asuransi jiwa, toh masih banyak yang enggan memilikinya. Alasannya bisa macam-macam, merasa masih sehat, merasa masih muda, atau alasan klasik yaitu merasa premi yang dibayarkan terlalu besar. Sayang.

Baca: Saat Sakit di Perantauan

Tapi terlepas dari keengganan memiliki asuransi jiwa, ada beberapa alasan yang mengatakan kenapa kita harus punya asuransi jiwa.

  • Musibah dan kematian yang tak pernah terduga.

Hidup memang selalu punya rahasianya sendiri. Pun tentang musibah dan kematian. Meski ia sesuatu yang pasti terjadi, tapi kapan terjadinya merupakan sebuah misteri. Saat hal tersebut terjadi, akan ada biaya-biaya yang harus kita keluarkan diluar pos-pos anggaran yang telah kita susun. Di sinilah perlunya asuransi jiwa terbaik yang akan mengcover segala biaya yang diperlukan.

  • Kematian adalah sesuatu yang pasti

Dan meskipun ia adalah sesuatu yang pasti, tapi kapan datangnya tidak pernah ada yang bisa menebaknya. Jika pemberi nafkah utama meninggal, maka bagaimana nasib keluarganya. Sama sekali bukan meragukan kuasa dan rejeki dari Allah, tapi dengan memiliki asuransi jiwa, maka hal ini bisa menghilangkan salah satu kekhawatiran banyak pasangan dan keluarga.

  • Hidup menjadi lebih tenang

Poin ini masih ada kaitannya dengan poin sebelumnya. Dengan memiliki asuransi jiwa, seseorang akan merasa lebih tenang karena toh jika ada musibah yang menimpanya, setidaknya sudah ada persiapan yang Ia tinggalkan berupa asuransi jiwa yang akan memastikan keluarganya tidak akan terlantar.

Ngomong-ngomong tentang asuransi jiwa, sepertinya kok selalu identik dengan keluarga dan orangtua ya, padahal nggak ada salahnya jika kita yang saat ini masih muda, pun belum memiliki anak memilih untuk memiliki asuransi jiwa. Malah jika memilikinya sekarang, pasti preminya akan lebih ringan karena jangka waktu yang direncanakan pasti lebih panjang.

Memang ya, kadangkala kita masih ragu memiliki asuransi jiwa, karena manfaatnya tidak langsung terasa. Terkesan membuang uang? Bisa jadi banyak yang berfikiran demikian juga. Tapi yang perlu kita ingat, bahwa asuransi jiwa terbaik bukan dibeli untuk meninggal, tapi untuk memastikan bahwa keluarga dan orang-orang yang kita sayangi akan tetap sejahtera saat hal itu terjadi.

Jadi gimana? Menurut kalian, perlukan asuransi jiwa?

Salam, pinky

37 Comments

  1. Kalo kataku perlu nyaaak.
    Dulu waktu ditempat kerja aku kerja lapangan, suatu saat dapet musibah tabrakan motor sampe fatal. Alhamdulillah karena punya asuransi jiwa di kover semua deeh..
    Kan lumayan biaya2 operasi ini itu, abis berapa hiks..

    1. Innalillah, tahun berapa itu Teh?
      Sampai dioperasi? Alhamdulillah dicover asuransi ya Teh, membantu banget.

  2. kalau kondisinya seperti itu di atas, ngeri-ngeri sedap, jadi merasa penting juga punya asuransi jiwa

    1. Iya Mba, nggak ada sih yang berharap ditimpa musibah. Tapi siapa yang bisa menolak?

  3. Entah gimana, buat saya asuransi itu perlu. Modelnya semacam kita investasi aja buat hari tua, just in case ada sesuatu yang tak diinginkan, kita udah ga khawatir lagi karena udah usaha gitu.

  4. Asuransi?
    Relatif hahaha. Relatif kebutuhan masing masing juga sih yaa
    Kalau uang nya cukup sih ikutan..
    Tapi kalau uangnya masih harus di pakai yang lain, nanti dulu ajalah ikutnya.
    Karena kebetulan sudah ada asuransi juga daari kantor ^^

    1. Wah, enak Mba kalau sudah ada asuransi dari kantor. Selama masih bekerja, berarti kan masih aman 😀

  5. Iy asuransi memang d perlukan u. Jaga2 mba

    1. Hooh Mba Utie 🙂

  6. Mba Rotun, aku pengen pakai asuransi jiwa tapi belum direalisasikan juga. Kalau asuransi pendidikan udah

    1. Sama Mba, akupun. Masih maju mundur cantik xD

  7. Perlu banget nih asuransi agar kita bisa nyaman dan jaga-jaga ya, informasinya sangat bermanfaat Mbk.

    1. Iya Mba naqi, terimakasih kembali 🙂

  8. aku pengen pakai asuransi jiwa tapi belum masih maju mundur cantik nih..duh hehee

    1. Duh, kok sama Mba 😀

  9. Kalau saya pribadi asuransi jiwa emang dirasa penting apalagi dalam memproteksi kebahagian keluarga.

    1. Setuju Mba Tanty 🙂

  10. Noe

    Perlu juga menurutku, aku ada asuransi jiwa tp dibayarin kantor hehe

  11. Perlu …
    (Wes ngono tok komenku, terus dijewer hahhhah)
    Kayaknya makin ke sini masyarakat makin teredukasi akan pentingnya ini deh, mana tau nasib kita ke depan kayak apa ya mb rotun, setidaknya buat jaga jaga klo ada kemungkinan buruk menimpa roda kehidupan

    1. Ahahaha, syeeem NIta ki. Tak jewer manja sisan 😀

      Sepakat Nit.

  12. Memang sudah saatnya kita peduli dengan asuransi jiwa ya… karena kejadian yang akan terjadi di masa depan, gak ada yang tau 🙁

    1. Iya Mba, kadang kita terlena dengan kehidupan sekarang yang ngerasa tenang dan mengalir begitu saja.

  13. Perlu Nyak, asal memilih asuransi jiwa yang amanah. dan kita sebagai konsumen harus paham benar ketentuan supaya terhindar dari gagal klaim. Kalau sudah ikut asuransi danpas membutuhkan ternyata klaim ditolak, kan nyesek.

    1. Nah iya banget. Itu masuk tips memilih asuransi jiwa yang baik dan bertanggung jawab ya Mba Ety.

  14. menurut ku perlu mbak, aku tadi abis dapat penjelasan soal asuransi ini terutama buat anak

  15. perlu kayaknya mbak jika terjadi sesuatu sama kita atau keluarga ada bantuan yang membantu masa depan keluarga

  16. Hai Nyaaakk!!! Duh kangen deh! Lama nggak ke sini. Miss your stories! Menurutku penting banget. Jadi aku juga udah punya. Tapi punya nya baru setelah kawin sih. Hehehe. Masih newbie. Ada temenku yg sejak kuliah udah punya, dengan uang sendiri, walau dengan setoran nominal terkecil. Salut sama orang-orang kaya gitu yg menyadari pentingnya asuransi sejak dini.

  17. perlu bangeeeeettt ^o^.. apalagi aku yg tipenya susah nabung mbak.. makanya aku dan suami udh bekalin anak2 ama asuransi jiwa, in case ada kenapa2 ama kami berdua, setidaknya anak2ku ga bakal kekurangan.. aku sengaja milih asuransi yg UP nya memang tinggi krn niat dr awal ini memang utk tabungan anak2 nanti 🙂

  18. Yes.., Asuransi itu sangat penting..
    Itung itung nabung ++.
    ada proteksi juga kan.. Sukur sukur gak ke pake proteksinya.. (sehat dan selalu di lindungi oleh Allah)

    Great artikel mbak..
    Salam kenal dan sukses Selalu..

  19. Belajar dari pengalaman yang namanya ansuransi itu tetap dibutuhkan, namun sayangnya sekarang ini masih jaranag yang sesuai syariat islam

  20. Ahhh sedih baca kisah awalnya. Soalnya temenku juga ada yang meninggal dan meninggalkan anak yang masih kecil-kecil. Memang musibah nggak tahu kapan datangnya tapi memang persiapan seperti asuransi itu penting kalau-kalau ada kejadian nggak diinginkan yang terjadi.

  21. Saat ini masih belum tergugah untuk ikutan, lebih milih investasi dalam bentuk Emas… 🙂 krn tidak seperti nabung uang yg inflasinya sangat cepat :D, apalagi asuransi mahal2 iuran bulanannya…

  22. Saat ini masih belum tergugah untuk ikutan, lebih milih investasi dalam bentuk Emas… 🙂 krn tidak seperti nabung uang yg inflasinya sangat cepat :D, apalagi asuransi mahal2 iuran bulanannya… Jalan2 ya ke Blog ku ya para Emak2 kece, dan bisa liat2 IG ku di @HERD.E bisa saling follow 🙂

  23. Jangan lupa juga buat ikutan BPJS hahaha #NumpangIklan

  24. menurutku penting, nyak. terutama buat yang sering ngedrop kalau kecapekan atau yang sering bepergian. biasanya untuk jaga2 khawatir kalau di perjalanan kenapa2.

Leave a Reply

Required fields are marked*