Profil Blogger

Satu Dasawarsa Mugniar Marakarma Berkarya

mugniar-blogger-makassar

Satu dasawarsa Mugniar Marakarma Berkarya

A professional writer is an amateur who didn’t quit. (Richard Bach)

Siapa yang tidak mengenal blogger perempuan dari Makassar, Mugniar Marakarma. Kiprahnya di dunia kepenulisan dan blogging sudah tidak perlu diragukan lagi. Pemilik blog mugniar.com ini sudah memulai karir kepenulisannya dari sepuluh tahun yang lalu. Meski sempat vakum di tahun 2009, tapi blogger Makassar ini tak berlama lama membiarkan passion menulisnya berjeda. Bahkan semakin melesat. Kak Niar, demikian saya biasa menyapanya, terus menulis dan meningkatkan skill menulisnya dengan bergabung ke berbagai komunitas menulis maupun blogging. Benar seperti quote yang aku kutip di awal tulisan, bahwa seorang penulis profesional adalah penulis amatir yang tidak pernah berhenti.

Kak Niar adalah bukti nyata. Ia tak pernah berhenti. Memulai satu langkah, lalu langkah berikutnya dan kini Ia semakin mumpuni dalam bidang yang ditekuni. Meski lebih senang menyebut dirinya sebagai blogger, toh nyatanya Ibu tiga anak ini juga bisa dilihat goresan penanya di berbagai media, sudah menelurkan berpuluh buku antologi maupun karya solo dan duet. Bahkan, baru-baru ini Kak Niar berhasil membawa komunitas IIDN (Ibu-ibu Doyan Nulis) tampil di televisi nasional. Masya Allah.

Dari Talkshow di TV Lokal ke TV Nasional
Kak Niar mewakili IIDN saat diwawancara oleh televisi nasional

Makin Berisi, Makin Merunduk

Sebagai blogger pemula yang masih meraba-raba dan terus belajar, setiap kali saya ketemu dengan blogger yang hebat dan sudah banyak pencapaian dan prestasi, ada dua hal yang saya rasakan.

  1. Senang, semacam “Yes, dapat guru lagi, dapat tempat buat belajar dan menyerap ilmu lagi”
  2. Jiper, “Ih, hebat banget ya..Masya Allah. Kira-kira aku bisa nggak ya kayak gitu? Kapan ya?”

Kemudian saya merasa down, minder, mellow. Ya gitu deh.

Satu hal yang sering terlupa oleh saya, bahwa mereka, untuk bisa sampai seperti sekarang, untuk bisa mendapatkan segala pencapaian yang membuat aku berdecak kagum, semuanya itu butuh PROSES. Ya, proses, proses, proses. Saya ulangi kata-kata itu sampai rasanya menggema di kepala. Dan proses itu panjang.

Sejak kapan mereka memulai.

Berapa lama mereka belajar menulis.

Berapa kali mereka terjatuh untuk bangkit dan memulai lagi.

Dan tentu saja, seberapa banyak pengorbanan dan harga yang harus mereka bayar untuk bisa di posisi seperti sekarang.

Seperti Kak Niar yang sudah mulai ngeblog dari tahun 2006, di warnet. Sedangkan saya? Beda tipis sih. Pas itu saya juga rajin ke warnet, main Facebook dan stalking blognya Raditya Dika: Kambing Jantan. Kayak gitu dibilang beda tipis? Beda tipis dari Hongkong?.

Ah, iya, ada satu hal yang sangat berkesan dari sosok Kak Niar bagi saya, adalah betapa beliau tetap santun, rendah hati dan tak lelah untuk menularkan virus menulisnya. Kak Niar adalah orang yang pertama kali membuatku merasa punya teman blogger dari tanah Sulawesi. Iya, saat mulai ngeblog, saya yang tinggal di luar negeri Palopo ini merasa sendiri, nggak ada teman. Tapi suatu kali Kak Niar komen di blog. Obrolan kami berlanjut di FB. Kak Niar mengajak saya bergabung di komunitas blogger Makassar: Angin Mammiri. Kak Niar juga mengenalkan pada blogger yang saat ini berdomisili di Palopo, yaitu Ibu Dewi Mulya Sari. Meski sampai sekarang kami belum pernah kopdar sih. Saat ini beliau lagi trip ke Eropa, saya juga lagi trip ke dapur dan halaman samping buat jemur baju. Yah, kami berdua memang sama-sama sibuk. Errrrr…

[ Baca: 5 Tips Menjadi Istri dan Ibu yang Bahagia]

Bijak Bermedsos Demi Produktifitas Menulis

Kembali ke sosok Kak Niar, dari beliau pula saya banyak mendapatkan ilmu dan tips seputar menulis dan blogging. Srikandi Favorit Kumpulan Emak Blogger tahun 2014 ini sempat membuat saya tercengang saat menanyakanย  nomor Whatsapp untuk dimasukkan ke grup arisan link grup 4. Beliau menjawab tidak punya. “Saya nggak ada nomor WA. Nanti kita komunikasi lewat FB messenger saja ya, Mba. Nggak papa kan?”. Uwow. kulirik Hp yang penuh dengan aplikasi ini: WA, telegram, bbm, line, twitter, FB, IG de el el.

Meski mengaku tidak memiliki aplikasi WA karena Hp yang kurang memadai, tapi Kak Niar merasa ‘diuntungkan’ karena bisa fokus menulis tanpa sibuk dan terganggu dengan grup-grup di WA. Saya sepakat untuk hal ini. Meski tidak bisa memungkiri bahwa di grup banyak juga sharing ilmu, tapi banyak juga ngobrol ngalor ngidulnya. Dan untuk scroll obrolan nyari ilmu yang bermanfaat, itu memakan waktu. Pas aku cerita kadang misal bangun tidur melihat chat udah ribuan, hapus-hapusin aja deh, nggak pake dibaca.

“Hapus-hapusin chat juga makan waktu ya Mba”, kata Kak Niar. Huwaa, iyabener -__-. Apalagi saya yang keponya lebih sering kumat. Pengen baca apa saja obrolan di grup. Pernah sih diet medsos, bener-bener uninstal semua aplikasi dari Hp. Ohwow, terus berapa blogpost yang berhasil di publish? Nggak ada. Kan diet medsos. Ngeblog juga termasuk kan? Yassalam…Nyak.

Dan terbukti, dengan bijak bermedsos termasuk tanpa ikut hiruk-pikuk segala macam grup, Kak Niar bisa memaksimalkan produktifitasnya dalam menulis. Seberapa produktif? Mungkin beberapa hal dibawah ini bisa menjadi bukti:

Salah satu dari sekian banyak tulisan Kak Niar yang dimuat di media cetak
Salah satu dari sekian banyak tulisan Kak Niar yang dimuat di media cetak
  • Sering melihat Kak Niar share postingan di FB dan berbagai grup yang Ia ikuti? Seberapa sering? Sering banget ya. Karena target Kak Niar, dalam sebulan blognya harus terisi minimal 15 postingan. Itu berarti rata-rata dua hari sekali Kak Niar publish blogpost baru.
  • Terus berusaha meningkatkan kemampuan menulisnya, dalam hal ini waktu yang Ia habiskan untuk menyelesaikan satu tulisan. Kak Niar pernah ada di posisiku saat ini, begitu sulit menyelesaikan tulisan, meski berhari-hari. Lalu beliau menantang dirinya sendiri, untuk bisa menulis secara cepat. Dari yang berhari-hari menjadi satu hari satu tulisan, lalu meningkat satu hari bisa 2 sampai 3 tulisan. Bahkan, Kak Niar pernah menghasilkan 5 tulisan dalam satu hari. Keren. Masih menurut pengakuan Kak Niar, untuk membuat tulisan yang ringan tanpa riset, Ia bisa menyelesaikan hanya dalam waktu 10 menit sajda. Tolong tidak usah membandingkan Kak Niar dengan saya ya. Tolong, tolong, help. *nyelem*
  • Menulis setiap ada waktu. Karena kesibukannya sebagai ibu rumah tangga yang juga merawat kedua orangtuanya yang sudah sepuh, Kak Niar tidak mempunyai jadwal khusus untuk menulis. Ia menulis ketika sempat. Tiap ada waktu senggang, Ia manfaatkan untuk menulis. Mungkin karena terbiasa, Kak Niar bisa menulis di mana saja dan kondisi apa saja. Tidak harus duduk manis di meja kerja, tidak boleh ada gangguan, tidak boleh ada suara*ngomong depan kaca*. Bahkan saat laptop yang biasa dipakai tidak ada, Kak Niar tetap menulis meski memakai tab.
  • Seringnya tulisan Kak Niar wara-wiri di berbagai media, lagi-lagi menjadi bukti seberapa produktif wanita yang pernah menjadi Blogger Muslimah Terbaik Kategori Blogwalking.
  • Rajin mengikuti berbagai pelatihan, workshop, seminar maupun talkshow untuk terus mengupgrade ilmu dan pengetahuannya. Karena menurutnya, ngeblog pun tak sekedar menulis. Tak sekedar hitam atau putih saja. Ngeblog itu berwarna.

mugniar

Note: Beberapa hari yang lalu Kak Niar sudah mendapat Hp baru, ehm. Dan menginstal aplikasi chat, tapi beliau langsung woro-woro kalau nggak akan begitu aktif di grup. Iya Kak Niar, dan maafkan kami yang berisik ini ya :).

Well, ingin tau langsung kiprah blogger Makassar yang satu ini? Silahkan langsung berkunjung ke blog beliau di www.mugniar.com, dan temukan banyak hal bermanfaat di sana :).

Salam,

-Rotun DF-

 

 

26 Comments

  1. Huum, saya juga pernah suatu ketika gak punya banyak waktu untuk nulis. Meski draf ada, tapi butuh finishing juga. Akhirnya memang tantangan untuk diri sendiri-lah yang membuat saya kembali semangat meski semangat saya merangkak..sedikit demi sedikit.

    1. Rotun DF

      Aku nih yang masih susah banget, Peh. Banyak banget excusenya T_T

  2. Saya belum kenal Mbak Mugniar …. ^_^ Baca blog ini jadi kenal deh

    1. Rotun DF

      Wah, saya lupa nyantumin buku beliau sih ya, mungkin Mas Koko tau bukunya, hehehe…

  3. Ini namanya fokus Nyak, serius , terurus.. dan akhirnya bagus teruuus. Nggak kayak (diriku ini) Nyak -_-
    sedih..sedih, jadi kapan nerbitin buku dong? nanya ke (diri sendiri kok) Nyak

    1. Rotun DF

      Iiiissshh..kamu. Aku tersindir, termakjleb, tertampar. Mari kita berpegangan tangan dan saling menguatkan, Lidha *deramah*

      1. Asyikkk….
        bakal diajak duet sama Nyak Rotun yang femes, mau lah aku.
        Ayo–ayo…

        *akhirnya kami pun berpegangan tangan pergi ke karoke* #eaa *nggakbanget*

        1. Rotun DF

          Eaaaak…*nyanyi Maju Tak Gentar* XD

  4. Rotun DF

    Hahahaha…(((nemplok))). Betul, asal jangan abis semangat dan termotivasi pas balik ke blog sendiri ilang semangatnya XD

  5. memang ia kalo ingin sukses harus patang menyerah, vakum beberapa tahun emang banyak yang mengalami.

    semangat menulisss

    1. Rotun DF

      Betuuul, Mba. Semangaattt m/

  6. Kadang kita sendiri (termasuk aku) enggan buat menantang diri sendiri (memecut diri sendiri) untuk menulis lbh aktif. Huhuhu. Maluuu…

    1. Rotun DF

      Huhuhu…ayo malu bareng-bareng Mba Ria *Eh. Maju bareng-bareng maksudnya ๐Ÿ˜€

  7. Saya juga salut sama mak mugniqr yg sarat prestasi sekaligus piawai jadi ibu rumah tangga. Bisa memanage semua dengan trampil.Saya juga mendukungnya sebagai emak srikandi blogger favorit pada waktu itu ,โ˜บโ˜บโ˜บ

    1. Rotun DF

      Waah, iyakah Mba Tanty? Aku belum lahir kayaknya pas itu ya. Belum lahir di dunia perbloggeran maksudnya ๐Ÿ˜€

  8. *Tutup muka pakai lap*

    Aih Mbak Rotun, perasaan saya biasa2 saja. Mash perlu banyak belajar. Masih newbie juga. Iya, newbie, kan belum 20- 30 tahun hehehe.

    Btw, terima kasih banyak yaah. Mudah2an kapan2 kita bisa kopdar. Eh kalo Mbak Rotun ke Makassar. Kalo ke Palopo ….. duh saya orangnya tukang mabuk perjalanan wkwkwk.

    1. Rotun DF

      Aduuh..kalau Kak Niar biasa-biasa aja, apalah aku ini, hiks.
      Amiiin..insya ALLAH Kak, semoga diberi kesempatan untuk kopdar ya ๐Ÿ™‚

  9. Rotun DF

    Iya Mba, semangat berbaginya tinggi.

  10. bener Nyak….motivasi diri itu emang yang paling tokcer untuk kita konsisten menulis… ๐Ÿ™‚ kalo aku kan banyak banget alesannya…hahahah..Tau-tau udah DL ajah… ๐Ÿ˜€

    1. Rotun DF

      Laahh, sama. Aku malah lebih parah, Dian. Dududu…:'(

  11. Kak Niar emang keren dan inspiratif ๐Ÿ™‚

    1. Rotun DF

      Iya, sama seperti Kak Yanti juga ๐Ÿ™‚

  12. Dalam sehari aja mb Niar bisa post beberapa artikel di FB

    1. Rotun DF

      Iya bener. Banjir notif ya Mba Yervi, hehehe..

  13. Rach Alida Bahaweres

    Aku walau blogger baru juga ngerasa terbantu sejak berkenalan dengan mba Niar. Dan mba Niar rajin posting dan mampir ke blog aku juga. Hihii

    1. Rotun DF

      Iyaa…rajin banget BW ya Mba.

Leave a Reply

Required fields are marked*