5 Alasan Pasangan Suami Istri Terpaksa Menjalani LDM

Senin, 17 Desember 201838 Comments
Blog post

Menjadi pasangan suami istri yang tinggal di bawah satu atap, berpisah hanya hitungan jam karena pekerjaan lalu kembali pulang untuk berkumpul bersama keluarga, tentu  menjadi dambaan setiap orang, termasuk saya.

Tapi terkadang ada beberapa alasan sehingga bagi sebagian kita terpaksa menjalani pernikahan jarak jauh atau Long Distance Marriage.

Pernikahan jarak jauh atau LDM sebenarnya bukan sesuatu yang salah kok, tapi entah kenapa masih banyak orang yang berpandangan miring. Mulai dari alasan kasihan anak yang nggak bisa merasakan kasih sayang orang tuanya (?), pernikahannya nggak whorted it, lebih mementingkan materi dibanding keluarga, sampai menakut-nakuti bahwa LDM rentan dengan perselingkuhan.

[Baca: Malas Berhubungan Intim dengan Suami? Atasi dengan Cara Ini, Yuk!]

Sebagai pasangan suami istri yang juga menjalani LDM, saya dan suami udah mayan kenyang sih dengerin hal-hal begitu. Kenyang karena sama kita ya telen aja lah udah ,lama-lama males ladenin yang begituan. Hahaha.

Mungkin mereka nggak habis pikir kali ya, heran gitu kok yaaa udah nikah tapi tinggalnya pisah. Seharusnya kan selalu bersama, biar kata suami ke lubang semut, keluarga harus ikut. Gitu.

Hei, lupakah kita, bahwa setiap orang pasti berbeda? Dan berbeda itu tidak apa-apa. Termasuk dalam berkeluarga.

Meski mungkin nilai yang dianut sama, tapi pastilah dalam eksekusinya nggak ada yang 100% serupa. Masing-masing pasangan suami istri punya preferensi, punya gaya dan pilihannya sendiri. Jadi alih-alih menghakimi, hayuuuk kita saling menghormati aja. Sepakat dong yaa.

Nah, biar semakin mengerti dan mudah-mudahan semakin memahami, kali ini saya mau beberkan *halah, beberapa alasan kenapa pasangan suami istri memilih LDM.

Yuk, cuss!

Alasan Pernikahan Jarak Jauh bagi Pasangan Suami Istri

kenapa pasangan suami istri LDM

1. Alasan pendidikan

Alasan ini bisa dari pihak suami atau istri. Ya, karena menikah bukan penghalang bagi kita untuk tetap menuntut imu dan mengupgrade diri, kan?

Menempuh pendidikan ini bisa atas keinginan pribadi atau banyak juga yang dalam rangka tubel (tugas belajar) dari tempat kerja.

Dan seringkali kuliahnya di luar kota bahkan luar negeri yang kadang nggak memungkinkan untuk memboyong keluarganya ikut serta. Anaknya tanggung untuk pindah sekolah, rumah nggak ada yang nempatin, atau karena kuliahnya nggak memakan waktu yang terlalu lama.

2. Alasan pekerjaan

Banyak pekerjaan yang punya konsekuensi untuk nggak selalu bisa tinggal bersama keluarga, seperti:

  • Dinas militer seperti TNI, yang kadang tugasnya di daerah konflik. Ia lebih banyak tinggal di markas untuk bertugas, sehingga akan lebih nyaman jika keluarga tetap tinggal di rumah utama.
  • PNS, bisa dari ikatan dinas atau penempatan kerja di daerah yang berbeda dengan tempat tinggal. Meski saya juga punya banyak teman yang selalu mengiringi kemanapun suami pergi, tapi banyak juga yang memilih menetap dan menjalani LDM dengan beberapa pertimbangan.

Jadi nggak bisa dipukul rata ya: kalau ada yang bisa selalu mengiringi, maka yang lain juga seharusnya bisa dong. Balik lagi, bahwa masing-masing keluarga punya pertimbangannya sendiri 😉

  • Pelaut, para pekerja di pertambangan, kehutanan maupun yang pekerjaannya nomaden seperti teknisi yang dalam sebulan saja bisa berpindah beberapa lokasi. Atau misal pekerja di perusahaan asing yang kadang di tempatkan di luar negeri.

3. Alasan anak

Saya punya teman seorang blogger yang juga memilih LDM. Salah satu alasannya adalah anak. Beliau punya anak ABK dan di daerah tempat kerja suaminya nggak ada tempat terapi senyaman yang ada di kota tempat Ia tinggal sekarang.

Atau alasan lain di daerah tempat suami nggak ada instansi pendidikan yang memadai. Meski ya, pendidikan utama anak memang dari orang tuanya. Tapi pastinya tiap kita juga ingin memberikan yang terbaik, kan?

4. Alasan orang tua

Orang tua sudah sepuh dan nggak ada yang menemani. Atau sakit-sakitan dan nggak ada yang merawat. Ini juga menjadi salah satu alasan bagi pasangan suami istri untuk memilih menjalani LDM.

5. Alasan Tempat

Alasan tempat ini maksudnya secara geografis ya. Saya punya beberapa teman yang memilih LDM karena daerah tempat suaminya bekerja kurang nyaman untuk tinggal.

Ada yang aksesnya luar biasa susah. Naik turun gunung, transportasi hanya di jam tertentu, listrik menyala hanya di malam hari, sementara dia punya bayi.

Atau ada yang suaminya di tempatkan di pelosok Papua yang rawan banget dengan penyakit malaria. Maka akhirnya demi kesehatan anak-anak, mereka memilih untuk LDM.

[Baca: Mencintai Anak Tanpa Syarat]

________________

Itu dia 4 alasan pasangan suami istri yang memilih untuk menjalani pernikahan jarak jauh.

By the way, ada yang punya pikiran kasihan banget suaminya karena kok kayaknya berkorban sendirian?  Atau, kok istrinya tega banget ninggalin suami sendirian? *Eike paling sering nih, hahaha.

Jawabannya: tentu tydac begitu, Esmeralda.

 

Dalam LDM ini, semuanya berkorban kok. Memang ada gitu, salah satu pihak yang merasa lebih bahagia LDM dibanding tinggal bersama? Kan enggak.

Masing-masing berusaha sabar dan berdamai dengan keadaan. Masing-masing berlatih menahan rindu, juga struggling untuk bisa tetap harmonis dan bahagia meski jarak menjeda.

Yang jelas, terutama bagi saya, memutuskan untuk menjalani LDM itu pastinya udah dipertimbangan masak-masak. Nggak mak beduduk hanya dalam satu malam.

Dan segala pertimbangan itu, nggak mungkin juga dong yaaa dibeberkan secara tajam dan terpercaya ke setiap orang yang nanya.

Ini nih yang pengeeen banget dipahami. Tolong jangan selalu bertanya panjang dan menyelidik tentang kenapa memilih LDM.

Karena menjalaninya saja sudah berat, jangan lagi kau tambah dengan sangkaan yang tidak-tidak.  Uhuk!

Dan pernikahan, baik yang LDM maupun yang tidak, semuanya memang harus diperjuangkan. Bagi kami pasangan suami istri pejuang LDM, mungkin butuh effort yang lebih untuk meminimalisir konflik dan menjaga keutuhan rumah tangga. Jadi meski LDM, bisa bangeeet pernikahan ini tetap whorted it dan bahagia.

Gimana caranya? Tunggu next episode ya!

Oiya kalian yang punya cerita atau pengalaman seputar LDM, boleh banget lho kalau mau cerita di kolom komen. Saling menguatkan kitaaa. Mangats!

Love,

38 Comments

  • Inna Riana

    Kamis, 20 Desember 2018 at 6:52 AM

    sunguh rudolfo… kutidak shanggup berpisah denganmuh 😀
    aku pernah ldm 3 bulan dan 1 bulan. gak kuwat akutu.
    salut buat yg bisa jalanin ldm. pernah disuruh suami lamar kerja jadi pns. tapi aku ogah krna itu artinya ga bisa ngintilin dia merantau, hehehe.

  • Ika Puspita

    Kamis, 3 Januari 2019 at 11:55 AM

    Pasti ada lah alasan-alasan khusus kenapa suami istri musti LDM, aku pun dulu juga begitu. Sempat hampir 6 tahun LDM sama suami karena harus merawat orangtua yang sakit. Suami pun menyadari karena kalo bukan aku yg merawat, siapa lagi? Hingga akhirnya Ibuku meninggal, aku masih nemenin Bapak di kampung hingga beberapa tahun. Sekarang Bapak sudah ada yg nemenin (adik iparku) jadi aku bisa ngumpul lagi sama suamiku.

  • herva yulyanti

    Kamis, 3 Januari 2019 at 1:03 PM

    Kutydack sanggup Esmeralda untuk LDM-an sama suami, waktu awal nikah aku maish di Cileungsi suami udah di Bandung rasanya berat banget akhirnya kami memutuskan untuk hidup bersama-sama hingga kini..mungkin akunya yang baperan jadi tak sanggup LDM-an meski ga LDM tapi suami juga sibuk krn klo pulang sampe malam banget jadi gmn tuh?wkwkwkk

  • lianny hendrawati

    Kamis, 3 Januari 2019 at 1:41 PM

    Aku juga LDM, karena pekerjaan suami di kota yang berbeda. Untunglah cuma sekitar 4 jam an bisa ditempuh dengan kereta api, jadi suami biasanya pulang jumat malam dan kembali kerja lagi senin subuh. Semangat buat suami istri yang juga LDM 🙂

  • Linimasaade

    Kamis, 3 Januari 2019 at 5:15 PM

    Belum masuk fase menikah jadi belum tahu LDM itu gimana bund. Tapi ini sangat menarik buat pembelajaran kedepannya dan bekal untuk menikah nanti

  • Reyne Raea (Rey)

    Jumat, 4 Januari 2019 at 1:41 AM

    Nyak, LDM itu berad! setydacnya buat saya yang gak punya keluarga di sini hiks.
    Pak suami nih, kerjaannya makin jauh dari rumah, saat ini masih bisa pulang sih 2-3 hari sekali, taoi nantinya lokasinya bakal lebih jauh lagi dan kasian aja kalau beliau pulang 2 kali seminggu, deg-degan juga di jalanan mulu.

    Dan yang paling berat itu bukan hanya kangen.
    Tapi rasanya kutak sanggup urus anak dua dengan kebutuhan yang beda karena rentang usia yang jauh, satunya udah sekolah, satunya masih bayi.
    Dan gak ada sama sekali yang bisa dimintain tolong, gak ada ART pula, huhuhu.
    Gak peduli deh saya numpang curcol di sini, baper soalnya ama LDM hahaha

  • HM Zwan

    Jumat, 4 Januari 2019 at 8:38 AM

    Sedih banget pas ngerasain ldm awal awal, mau nggak mau jadi harus rela dan ikhlas. Kalo aku, karena suami pindah tugas dan hanya 3 bulan, kalau mau ikut nanggung banget.

  • Yoanna Fayza

    Jumat, 4 Januari 2019 at 9:19 AM

    Aku pernah LDM setahun, padahal ya cuma Jogja-Surabaya aja sih, tiap minggu juga pulang, tapi tetep aja nggak kuwat, mewek2 mulu kehilangan bahu untuk bersandar dan lengan untuk mendekap eeaaa.. Akhirnya diputuskan makan nggak makan yg penting kumpul, wkwkwkk.. Salut deh sama pasangan yang bisa LDM demi masa depan, semoga diberkahi banyak kekuatan dan kesabaran 🙂

  • Keke Naima

    Jumat, 4 Januari 2019 at 12:24 PM

    Saya termasuk yang gak bisa LDM. Bisa tersiksa saya hahaha. Tetapi, saya berusaha untuk tidak menilai urusan rumah tangga yang sedang LDM. Selain gak tau alasannya, juga suka salut aja sama yang mampu LDM 😀

  • lita chan lai

    Jumat, 4 Januari 2019 at 2:50 PM

    yah, banyak alasan sih utk bisa LDM. biasanya orang minang yg habis menikah tidak langsung di bawa merantau sama suaminya. pasti dg banyak alasan, blm mapan lah, blm ada rumah kontrakan utk tinggal atau alasan lain dr kedua belah pihak. makanya banyak lagu minang menggambarkan LDM. kadang saya merasa lucu dengarnya. tapi emang kenyataannya seperti itu dan lagu itu dibuat utk menghibur sekaligus menyampaikan apa yg dirasakan banyak orang.

  • Yati Rachmat

    Jumat, 4 Januari 2019 at 4:07 PM

    LDM? Gak masalah, aplg utk menimba karir lbh dlm sblm anK ,2butuh biaya sekolahcyg banyk. Yg penting kan sdh ada dasar saling pengertian saling percaya. LMD no problema. Tambah kangen malah iya.

  • Ujame Gaja

    Jumat, 4 Januari 2019 at 4:12 PM

    Berhubung Ujame belum menikah, jadi bingung deh mau komen apa hihihi…
    Cuma bisa berdoa dan kasih semangat buat mbak-mbak dan bunda-bunda yang sedang LDM, semoga hubungan jarak yang berjauhan berbuah kerinduan :*
    Sakinah, Mawaddah, Warahmah ya… Aamiin

    Doakan Ujame juga semoga segera dipertemukan *laah kok curhat?
    Aamiin

  • Jiah

    Jumat, 4 Januari 2019 at 4:22 PM

    Temanku ada yang LDM, dia di LN buat sekolah, suami di Indonesia. Pas pacaran dan mau nikah udah dapat beasiswa sih. Sayang kan kalau gak diambil

    Aku kalau masih berdua, mungkin milih ikut suami ke mana dia pergi. Kalau udah anak dll, mungkin mikir lain dan bisa aja LDM

  • Desi Namora

    Jumat, 4 Januari 2019 at 4:27 PM

    Saya liat yg pasangan yg LDM itu pasangan yang kuat. sy punya temen yg suaminya pulang setiap 3 bulan. Ngebayanginnya aja aq gak kuat. tetap semangaaat ya temen2 yg jalanin LDM.

  • Rach Alida Bahaweres

    Jumat, 4 Januari 2019 at 4:51 PM

    Mba, aku tak sanggup buat LDM. Dan aku salut sama pasutri yang bisa menjaga komitmen pernikahannya untuk tetap awet walaupun LDM

  • Indah Nuria

    Jumat, 4 Januari 2019 at 5:04 PM

    aku ngga punya pengalaman LDM mba dan seperti aku memang model yang inginnya dekat suami terus hehehe. Jadi saat tugasku berpindah-pindah, suami dengan rela menemani kami

  • Siti Faridah

    Jumat, 4 Januari 2019 at 7:46 PM

    Ada banyak hal yang menyebabkan suami istri harus LDM. Kayaknya aku nggak bisa deh kalau seandainya harus LDM. Soalnya dulu pernah LDR sama teman dekat dan ternyata kandas di tengah jalan. Ah, malah curhat deh.

  • Ade anita

    Jumat, 4 Januari 2019 at 10:31 PM

    Aku pernah ngalamin LDM ama suamiku. Pertama karena alasan pendidikan kedua karena pekerjaan

  • Cari angin

    Jumat, 4 Januari 2019 at 10:34 PM

    Aku dah suami pernah LDM karena suami di Jepang aku di Jakarta lalu suami bilang kalo anakku LDM harus dalam kondisi udah nikah jika mau ke jepang. Hahaha

  • Juli

    Jumat, 4 Januari 2019 at 10:58 PM

    LDM memang beraat ya.
    Mau nggak mau dilalui. Semoga pasangan yang LMD senantiasa diberi kesabaran semoga kelak bisa berkumpul kembali

  • emanuella aka nyonyamalas

    Jumat, 4 Januari 2019 at 11:00 PM

    Waaaaa…. Semangat Mbak! Saya juga sempat LDM dengan suami karena pekerjaan. Namanya juga pilihan ya Mbak…. Kadang ada pengorbanan, tapi saya yakin pilihan yang diambil dengan niat baik, dijalani dengan baik, dengan doa pun akan menjadi yang terbaik. Aamiin ya Mbaaa….

  • Eni Martini

    Jumat, 4 Januari 2019 at 11:07 PM

    Aku sudah 4 tahin di Depok dan punya tetangga depan rumah yang suaminya 1 tahun sekali pulang karena bekerja di kapal laut. Mereka punya anak 3, saat suami datang istrinya hamil dan ketemu saat lahiran. Perjuangan istrinya hamil besar hujan panas antar anak sekolah, belum lagi saat habis lahiran, saat membesarkan 3 anak…salut. buat saya malu klo ngeluh

  • Ida Tahmidah

    Sabtu, 5 Januari 2019 at 3:29 AM

    Alhamdulillah sih saya bersyukur ga sempat harus berjauhan. Hidup memang pilihan ya…memilih yg terbaik sesuai kondisi masing2 pastinya

  • Rahmah

    Sabtu, 5 Januari 2019 at 4:12 AM

    Kalau saya dulu, alasan pekerjaan
    LDM Surabaya – Palangkaraya
    Rasanya pengen lagi LDMan supaya semakin tahu arti sebuah kebersamaan

  • Utie adnu

    Sabtu, 5 Januari 2019 at 5:10 AM

    Dikau keren mba,, bisa bngt bertahan LDM hiks aku bingung klo setiap Hari gk Ada yg bantu2 di rumah,/suami maksudny,, samawa trus yaa

  • Diah Kusumastuti

    Sabtu, 5 Januari 2019 at 5:38 AM

    Meski ku tak sanggup jika harus LDM untuk saat ini, tapi aku gak pernah berburuk sangka atau gimana-gimana sama pasangan yang LDM. Ya emang kondisi tiap orang beda-beda, kan.. justru salut sama perjuangan mereka

  • rizka edmanda

    Sabtu, 5 Januari 2019 at 6:00 AM

    Alhamdulillah gak LDM, gak kebayang juga kalau LDM sepertinya gak bakal sanggup hehe. .. tapi salut sama pejuang LDM

  • Rosanna Simanjuntak

    Sabtu, 5 Januari 2019 at 6:20 AM

    You are not alone, Esmeralda!
    LDM adalah bagian dari cerita hidupku.
    Bahkan sejak jadi pengantin baru.
    Banyak nyinyiers, of course atuh la.
    Yang paling sering dari ring 1, hahaha.
    But, life must go on.
    We have to pay the bill, endeberai, endebrai
    Mungkin karena sudah sering merantau, bertemu orang-orang dengan persfektif berbeda dan mandiri, alhamdullillah aku sudah mulai kebal dan banyak belajar menghadapi nyinyiers!

  • Hidayah Sulistyowati

    Sabtu, 5 Januari 2019 at 7:18 AM

    LDM udah ngalami beberapa kali, kok bisa? Heheee, ya karena suamiku kerjaannya tergantung mendapatkan job nya kapan dan di mana. Sebenarnya aku tuh nggak kuat pisah jauh dari suami. Tapi karena impian kami ingin pensiun dini jadi ya harus kami jalani LDM. Yang gak kuat sih suami, jakarta Semarang aja selalu pulang tiap 2 minggu karena kangen anak.

  • Noorma Fitriana M. Zain

    Sabtu, 5 Januari 2019 at 7:21 AM

    aku tuntutan ekonomi mbak. karena suami sudah kerja di ungaran, sementara aku juga bantu kerja di Pekalongan. 🙁

    udah hampir 5 tahun ak LDM

  • Lidya

    Sabtu, 5 Januari 2019 at 7:36 AM

    Alasan pekerjaan suamiku pernah kerja di beda kota, meskipun satu minggu sekali pulang ke rumah. Tapi, kayanya kami bukan tipe LDM jadilah hanya bertahan 2 bulan aja akhirnya suami pindah lagi ke Jakarta, Allhamdulillah langsung dapat.

  • Nyi Penengah Dewanti

    Sabtu, 5 Januari 2019 at 8:14 AM

    Aku LDM nggak pernah Nyak. Suamiku ga bisa diajak LDM, pengennya aku ikut dia melulu sebal deh
    tapi pernah LDR ekwkwk jaman pacaran ya demi pekerjaan aku tapi sekarang mah udah nikah dan diajakin LDM nggak ngizinin.

  • April Hamsa

    Sabtu, 5 Januari 2019 at 8:53 AM

    Pernah LDM krn alasan pendidikan. Kyknya bentar lgi LDM krn alasan pekerjaan hehe. Gak tau sih belum memutuskan #kenapanumpangcurcoldisini haha.
    Yaaa yg penting selama LDM konumikasi terus sih 😀

  • Uniek Kaswarganti

    Sabtu, 5 Januari 2019 at 9:33 AM

    Aku selalu berdekatan dengan suami dan salut banget dengan mereka para pejuang LDM. Kalau omongan orang sih sebaiknya tidak usah terlalu dipikirkan. Orang komen itu kan asal lidahnya gerak aja, ga tau seberapa berat perjuangan yang harus dihadapi orang lain. Toh enggak bantu juga kan.
    Selalu semangat menjaga kebahagiaan rumah tangga ya Nyak meskipun jarak terbentang.

  • Leyla

    Sabtu, 5 Januari 2019 at 9:33 AM

    Itu kenapa dulu saya gak mau dijodohin sama anggota TNI, karena takut sering ditinggal dinas wkwk. Dan sekarang suami pulang lewat jam 9 malam aja cemasnya bukan main. Apalagi kalo LDR.

  • Novitania

    Sabtu, 5 Januari 2019 at 9:34 AM

    Menurutku mau LDM apa nggak smua pilihan masing masinh ya kak. Yang penting komitmen menjalaninya ya kak.

  • Bunga

    Sabtu, 23 Februari 2019 at 5:52 PM

    Saat ini yg sedang aku Alamin. Sering uring2an nangis. Mungkin sebelum nikah LDR an buat aku tdk begitu masalah, tp kalo setelah menikah… Apalagi baru menikah langsung Ldr-an… Lumayan menguras air mata

  • 5 Rekomendasi Wisata Petualangan Anak di Bali. Dijamin Seru! – Nyak Rotun

    Senin, 4 Maret 2019 at 7:24 AM

    […] tiap ayahnya pulang 2 bulan sekali, dia selalu cranky. Antara seneng mau ketemu ayahnya sama iri kok ayahnya naik pesawat mulu […]

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Prev Post Next Post