5 Cara Mudah Mengatur Keuangan Keluarga

9 Maret 201864 Comments
Blog post

“Dek, bisa mi kah saya diajari bagaimana cara mengatur keuangan keluarga? Bingung terus kurasa bah”, ujar seorang teman ketika kami break sholat Ashar di sebuah taklim yang kami ikuti. Saat itu saya menjawab, kalau saya juga masih struggling kok. Tapi paling enggak sudah jauuuh lebih baik dari awal menikah dulu.

Masalah keuangan memang hal yang umum dialami oleh banyak keluarga, terutama keluarga muda seperti kami ini *uhuk!

Saya dan suami termasuk pasangan yang telat banget untuk serius mengelola keuangan keluarga. Karena dulu mikirnya, ah penghasilan segini-gini doang, buat makan sama kebutuhan sehari-hari bisa cukup sampai akhir bulan udah alhamdulillaaah banget.

Yang tentu saja itu salah! Karena mau besar atau kecil, seharusnya tetap wae harus diatur. Biar apa? Biar kekontrol. Yang penghasilannya besar jadi nggak boros, nggak gampang ngeluarin uang untuk ina inu yang nggak jelas dan begitu akhir bulan meringis karena nggak bisa nabung. Yang penghasilannya kecil, biar bisa nakar kira-kira kebutuhan mana yang paling prioritas dan tetap bisa nabung. Udah banyak banget kan kisah orang yang kalau dilihat kayaknya penghasilannya berapa sih. Tapi bisa nyekolahin anak sampai tingkat tinggi, kurban tiap tahun, bisa umroh, bahkan berhaji!

Ya karena mereka cerdas dalam mengatur keuangan, fokus menggapai mimpi, rajin nabung, dan kemudian Allah memberi kemudahan. *langsung ngaca *terus nangis.

The Power of Socmed

Main media sosial buat apa? Silaturrahim, update status dan upload foto, bertukar like dan komen, ngepoin artis favorit, atau berbisnis?

Buat cari ilmu juga bisa banget loh.

Dan buat saya paling efektif di twitter. Karena di twitter kita bisa langsung follow orang yang memang ahli di bidangnya. Untuk mengatur keuangan, siapa lagi lah kalau bukan Ligwina Hananto. Sama Prita Ghozie. Kerjaan saya me-❤ twit-twit mereka dan kalau perlu saya catat.

Ah, ya, sama liputan event dari teman-teman blogger. Meski saya nggak seberuntung mereka yang bisa hadir langsung, tapi masih bisa baca reportase dari mereka yang super komplit dan itu menyenangkan sekaliii. Seperti beberapa waktu lalu ada event tentang bagaimana mengatur keuangan keluarga bersama Prita Ghozie. Saya baca hampir semua reportase teman-teman, dan again, saya catat untuk kemudian memperbaiki RAPBK (Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Keluarga)😅

Nah, dari hasil ‘gerilya’ ilmu tentang mengatur keuangan keluarga, berikut adalah 5 cara mudah mengelola keuangan keluarga yang bagi saya cukup efektif.

1. Mengatur Prioritas dan Alokasi Dana

mengatur keuangan keluarga

Prioritas masing-masing keluarga pasti beda. Ada yang untuk beli rumah atau kendaraan, ada yang untuk pendidikan anak, memperluas jaringan bisnis, dan lain-lain. Meski demikian, ada aturan yang sama bahwa yang pertama harus dikeluarkan adalah ZIS, membayar hutang/cicilan, dan menabung/investasi. Untuk berikutnya ada dana pendidikan anak, dana darurat, biaya hidup, dan terakhir gaya hidup atau jajaaaan. Hahaha.

Kalau di saya prioritasnya adalah sebagai berikut, sekaligus dengan besarannya (paling sesuai ngambil dari Mba Prita Ghozie. Makasih banyak ya, Mba. Dan makasih juga untuk teman-teman blogger yang menuliskannya💕)

  • ZIS : 5 %
  • Hutang/cicilan : 20 %
  • Tabungan dan investasi : 15 %
  • Dana pendidikan anak : 10 %
  • Dana darurat : 10 %
  • Biaya hidup: 30 %
  • Gaya hidup : 10 %

📝NOTE:

🌼Kalau dari Mba Prita Ghozie, untuk hutang dan cicilan itu besarnya 30% tapi tidak ada dana pendidikan anak. Kalau di saya, pas dihitung ternyata jumlah cicilan nggak nyampe 30%, bahkan 20% pun nggak nyampe. Kami alokasikan segitu dan sisanya kami ‘lempar’ ke dana pendidikan. Iya saya punya cicilan, modal pindah ke Palopo dulu. Aduh riba dong, Nyak. Nnggg, saya nggak mau bahas di sini ya. Doakan saja semoga segera lunasss dan kami bisa bebaassss lepaasss dari riba. AMIN.

🌼Nah untuk dana darurat, besaran yang ideal untuk keluarga yang punya anak adalah…mau tau nggak berapaaa? 12 kali pengeluaran bulanan! *pingsan! Kita nggak ideal-ideal amat nggak papa lah ya, yang penting meniatkan untuk punya kalau ada keadaan darurat yang datang sewaktu-waktu. Dan itu yang super penting: HARUS PISAH REKENING! Biar nggak kepake-pake. Karena godannya adalah, ah nggak ada kejadian darurat ini, bisa lah buat jajan. Maka dibutuhkan komitmen yang kuat, sodara-sodara.

🌼Gaya hidup itu maksudnya bukan buat gegayaan atau gimana. Misalnya ternyata untuk jajan masih bisa ngambil dari biaya hidup, ya bagus banget. Ini lebih buat menuhin keinginan/bucket list. Misal pengen beli buku anak yang harganya jut-jut dan bikin kepala berdenyut itu, atau pengen beli kamera, atau buat persiapan mudik, liburan atau apa aja deh di luar biaya hidup bulanan. Begitu yes.

[ Baca juga: Food Photography dan Kamera Impian ]

2. Menabung dan Investasi di Depan

Karena kalau ngarepin uang sisa baru kita nabung, bakalan bhaay. Yang ada nggak jadi-jadi nabung karena kok habis terus uangnya? πŸ™ . Menabung ini banyak macamnya ya. Ada yang pakai sistem nabung sesuai tanggal, jadi tanggal 1 nabung seribu, tanggal 2 nabung 2 ribu, tanggal 30 nabung 30 ribu. Atau ada yang nabung sistem 20. Jadi kapanpun ketemu uang 20 ribu harus ditabung, nggak boleh dipakai. Saya pernah nyoba dua-duanya dan nggak ada yang berhasil, hiks. Yang paling cocok memang nyetor awal bulan ke rekening, hehe. Kalau kalian nabungnya gimana?

Untuk investasi nanti dibahas di bawah ya.

3. Sistem Multi Rekening

Karena kalau rekeningnya cuma satu bakalan susah banget ngontrolnya. Serius deh, gimana bisa kita mengira-ngira, jatah tabungan berapa, jatah pendidikan anak berapa, dll. Tau-tau ludes aja semua. Minimal dua rekening. Satu rekening untuk yang dipakai-pakai, dan satu rekening untuk yang ‘nggak boleh’ dipakai: tabungan, investasi, dll.

Kalau di saya, rekeningnya banyak banget karena jujur kukatakan diri ini susah dikontrol T_T. Tapi jadinya enak sih, begini nih:

💳BRI

Ini mah jelas ya, buat masuk gaji suami sebagai ASN. Untuk cicilan langsung autodebet dari sini, jadi alhamdulillah jadi gampang banget, nggak perlu repot misahin lagi. Ini juga dipakai buat tagihan bulanan lain seperti SPP anak, Indihome, listrik, dan air.

💳BCA

Ini punya saya, dulu buka buat setor arisan SMA dengan model transfer-transfer doang nggak pernah ngumpul, hahaha. Abis gimana, antar kota dan provinsi, udah kaya bis yakan. Rekening ini juga buat masuk gaji saya dari menulis konten dan admin FP dan fee dari ngeblog. Oiya, saya buka TAHAKA (Tahapan Berjangka) BCA khusus buat anggaran mudik. Secara ya, biaya mudik saya bolak-balik itu bisa buat beli motor baru. Sistemnya juga autodebet, dipotong langsung tanggal 5 setiap bulannya. Sisanya biasanya buat ngasih orang tua, beli-beli buku atau properti foto atau template baru atau terserah saya aja lah mau buat apa. Dan kalau lagi banyak job yang artinya banyak juga pemasukan, saya biasanya langsung lempar ke dana pendidikan anak atau investasi.

💳Mandiri

Ini punya suami khusus untk masuk tunjangan kinerja (remun). Dan enaknya besaran remun ini paaas banget sama biaya bulanan kami. Jadi yaudah buat belanja bulanan, beli gas, bensin atau beli pulsa dari Tokopedia.

💳BNI Syariah

Atas nama saya, khusus untuk dana darurat, tabungan dan investasi. Untuk investasi sendiri, suami main di reksadana, kalau saya logam mulia. Belinya di pegadaian dekat rumah. Nggak pakai sistem nabung karena katanya bakal susah kalau kita pindah sementara tabungan belum lunas. Jadi yaudah beli per 1 gram, kalau ada rejeki lebih  biasanya langsung masuk ke sini atau ke dana pendidikan.

💳BNI Syariah

Ada dua lagi, atas nama Wafa dan Ayyas. Yes, ini khusus untuk dana pendidikan. Hitungan gampangnya adalah kita udah tau anak mau masuk sekolah kapan, di mana dan biayanya berapa. Tnggal ditarik mundur untuk menghitung setoran bulanannya. Untuk dana pendidikan ini kami juga lumayan telat mulainya. Padahal kalau semakin awal dimulai semakin ringan ‘setoran’ bulanannya. Alhamdulillahnya ketolong karena Wafa masuk TK dan SD pas kami tinggal di Palopo yang biaya masuk sekolah masih muraaah dibanding di kota besar apalagi Jakarta. Oiya, untuk dapen ini kami pakai akad wadiah, jadi bebas administrasi bulanan tapi bebas juga dari bagi hasil alias beneran cuma nitip uang di bank, hahaha.

[ Baca juga: Random Facts about Ayyas ]

4. Menyusun Anggaran Tahunan, Bulanan dan Mingguan.

🌼Anggaran tahunan: pajak kendaraan, zakat fitrah, kurban, biaya mudik/lebaran. Plus kalau di saya ada kebutuhan perpanjang hosting dan domain blog. Untuk kebutuhan tahunan/ musiman ini, bisa diambil dari tunjangan musiman juga misal THR atau bonus akhir tahun (bagi yang dapat, kalau yang enggak ya balik lagi mari kita rajin menabuuung).

🌼Bulanan: Cicilan (bagi yang punya), SPP anak (kalaupun yang sekolahnya gratis tetep aja kan ada biaya uang saku). Tagihan air, listrik, internet, pulsa, gas, dll. Dan tentu saja belanja bulanan untuk kebutuhan sehari-hari.

🌼Mingguan. Nah jadi kalau semua pengeluaran udah beres, termasuk nabung dan investasi, maka sisa uang di rekening silakan dihabiskan untuk sebulan. Biar gampang dan kekontrol, bagi per minggu! Jadi ketemu ATM seminggu sekali aja ya. Misal ada uang 2 juta, maka tiap minggu kita punya jatah 500 ribu dan itu bebas untuk dihabiskan. Kalau di saya belanja lauk itu mingguan. Kalau sayur bisa dua hari sekali. Nah ternyata pas akhir pekan uangnya masih lebih nih, maka mari kita jajaaaan. Nggak mau jajan dan maunya ditabung aja? Ya bagus bangeeet.

Jadi jelas ya alurnya: terima gaji 👉 langsung bagi uang sesuai pos rekening masing-masing 👉 bayar cicilan/hutang 👉 bayar tagihan bulanan👉 ambil uang tunai per minggu di ATM.

5. Dana Kesehatan dan Bucket List

Untuk dana kesehatan, ada yang pakai asuransi baik pribadi maupun dari kantor, ada juga yang pakai BPJS. BPJS ini ada yang mandiri ada yang gratis dari pemerintah ya. Kalau saya tadinya BPJS mandiri yang bayar per bulan 80 ribu kalau nggak salah. Untuk 3 orang (saya dan anak-anak) jadi ya berasa juga. Alhamdulillah kemarin suami udah ngurus jadi sekarang langsung potong gaji aja. BPJS ini ngebantu banget, pun seandainya ada case khusus yang mengharuskan kita nambah, pasti nggak semahal kalau kita nggak pakai BPJS. Kaya kemarin pas Ayyas sakit, kami ngambil VIP dengan beberapa pertimbangan. Untuk di RS At Medika kita nambah 250 ribu saja per harinya.

Sedangkan untuk bucket list atau daftar keinginan atau mimpi, ngitungnya sama kaya dana pendidikan. Tetapkan dulu mau apa, kemudian tarik ke belakang dan lihat juga kemapuan kita jadi akan ketahuan berapa ‘setoran’ tiap bulan. Contoh nih, saya pengen kamera mirrorless, harganya 6 juta. Waktu minimal satu tahun. Jadi tiap bulan saya wajib nyisihin 500rb. Waduh kayaknya nggak mampu segitu, ya kurangin lagi setorannya dan tambahin sabarnya. Kerena kan tercapainya bakalan lebih lama. Hahaha. Nggak papa nabung receh, lama-lama kan jadi bukit receh💰💰💰

Nah itu dia 5 cara mudah mengatur keuangan keluarga. Mudah apa malah bikin mumet? hahaha. Enggak kok, mulai aja hitang hitung, kalau udah ketemu alurnya enak banget deh. Tinggal ngikutin aja. Semoga artikel 5 cara mudah mengatur keuangan keluarga ini bisa bermanfaat ya. Catatan terakhir, bahwa masing-masing keluarga pasti punya penghasilan, kebutuhan dan prioritas yang berbeda-beda. So, tinggal di sesuaikan aja. Yang penting 3 teratas jangan sampai lupa: ZIS, bayar hutang dan nabung nabung nabuuuung.

Semangaaat💪💪💪

Psssst, kalian ada yang punya tips atau cara mudah lain dalam mengatur keuangan keluarga? Sharing yuk di kolom komen❤

👋Salam,

64 Comments

  • Okti

    11 Maret 2018 at 4:57 PM

    Kalau saya punya tanggungan orang tua. Jadi setelah zis, bukan bayar cicilan tapi kasih orang tua hehehe

    1. Rotun DF

      13 Maret 2018 at 8:11 AM

      MasyAllah, semoga makin berkah dan melimpah rizkinya ya, Teh πŸ™‚

  • Rita Asmaraningsih

    11 Maret 2018 at 6:52 PM

    makasih yq Mba atas tipsnya.. Memang sbg ibu rumah tangga kita dituntut utk penter2 mengelola keuangan agar gak defisit ya..

    1. Rotun DF

      13 Maret 2018 at 8:13 AM

      Sama-sama Mba Rita^^

  • Nchie Hanie

    11 Maret 2018 at 7:33 PM

    Semua tipsnya iya banget Nyak, kalo buatku jajan2 pake uang sendiri ga ambil jatah kehidupan, makanya alhamdullillah bisa ngeblog, kerja menghasilkan sendiri, lumayan buat nambah2 tambal sulam keluarga. Dan yang terpenting bisa bayar cicilan rumaah hahhaaa

    1. Rotun DF

      13 Maret 2018 at 8:14 AM

      Betuuuul, Teteh. Sedep banget ya bisa beli tas atau lipen baru pakai uang sendiri. Atau malah nraktir pak suami. Ehehehe
      Doakan aku juga bisa beli rumah ya Teh. Amin.

  • Puspita Yudaningrum

    11 Maret 2018 at 8:50 PM

    Nice sharing banget nih. Aku terkadang masih keteteran ngatur keuangan sendiri. Harus belajar nih sebelum nikah

    1. Rotun DF

      13 Maret 2018 at 8:15 AM

      Yeay, kereeeen. Nanti pas udah udah pinter ngatur keuangan keluarga deh.

  • Naqiyyah Syam

    11 Maret 2018 at 11:15 PM

    Seru ya Mbk mengatur keuangan keluarga. Bagi ibu perlu banget manajemen keuangan. Makasih sharingnya ya.

    1. Rotun DF

      13 Maret 2018 at 8:16 AM

      Seru dan lumayan pening sih, Mba. Hahaha

  • Sri Widiyastuti

    12 Maret 2018 at 3:47 AM

    Pernah itung itungan begini mbak. Dan cuma ngitung doang belum beneran ngontrol pengeluaran dengan cara ini. Makasih sharingnya πŸ˜‰

    1. Rotun DF

      13 Maret 2018 at 8:17 AM

      Memang yang paling susah prakteknya kok Mba. Yuk belajar bareng. Semangat!

  • ernawati Lilys

    12 Maret 2018 at 6:41 AM

    Memang jadi ibu rumah tangga itu bikin kita kudu jadi menteri keuangan ,semua harus tersalurkan jangan ada bocor di sembarang pipa,

    1. Rotun DF

      13 Maret 2018 at 8:18 AM

      Nah, iya banget.

  • antung apriana

    12 Maret 2018 at 9:14 AM

    kalau aku nabungnya dengan ikut arisan jadi pasti tiap bulan ngeluarin dalam jumlah yang sama. pengen sih nabung emas tapi masih galau mau bentuk tabungan pegadaian atau beli emasnya aja. memang harus benar-benar pintar euy memanajemen uang setelah menikah ini. heu

    1. Rotun DF

      13 Maret 2018 at 8:19 AM

      Pernah baca tulisannya Safir Senduk, kalau arisan itu sebenrnya kita nggak dapat untung apa-apa, malah rugi karena biasanya ada biaya konsumsi lah, nongkrong lah, etc. Gitu Mba, hehe.

  • Efi Fitriyyah

    12 Maret 2018 at 9:30 AM

    Duh apa kabar pengeluaranku yang masih berantakan ini? hahaha… Baiklah aku catat panduan alokasi dananya. *keluarin kalkluator lalu nahan diri buat ga banyak jajan*

    1. Rotun DF

      13 Maret 2018 at 8:21 AM

      Jajan boleh banget atuh Teeeh, pan Teh Efi duitnya banyak. Hahaha.
      Aminin aja ya Teh. Amiiiinnnn :D.

  • Dian Restu Agustina

    12 Maret 2018 at 10:04 AM

    Waaaw keren cara ngatur keuangannya ..makasih sharingnya Mbak
    Kalau aku, tagihan (dan cicilan dulu), nabung, itu bagian suami yang bayar-bayar..Kalau aku bagian keseharian, uang dapur, spp anak, keperluan sekolah, bayar iuran rt, dll. Tapi juga masih keteteran karena ada biaya tak terduga seperti banyak kondangan #ups dll πŸ˜€

    1. Rotun DF

      13 Maret 2018 at 8:24 AM

      Kalau di aku malah sebenernya semua suami yang handle. Bahkan buat belanja mingguan. Saya ngurusin yang gampang2nya aja, jajan misalnya. Wahahaha *emak males pusing.

  • Latifika Sumanti

    12 Maret 2018 at 2:32 PM

    Lengkap banget mba…. Tahun lalu aku pernah liat talkshow macam ini, tapi ketinggalan nyatat beberapa poin, yg aku ingat pengeluaran buat cicilan maksimal 20% kalo lebih kudu cari tambahan income *langsung itung2 cicilan rumah, ngepas! Wkwk, setelah itu sumpah ga mau lagi ngutang2.

    Aku izin bookmark ya mba…

    1. Rotun DF

      13 Maret 2018 at 8:25 AM

      Memang hutang itu bikin pusiiing ya Mba. Meski ada yang bilang kalau punya hutang jadi semangat nyari uang. Tapi kita nggak udah gitu ya. Berat. Biar mereka saja *eh.

  • Titis Ayuningsih

    12 Maret 2018 at 8:52 PM

    Resolusi tahun ini, aku pengen nabung deh hihi. Harus ngatur keuangan nih

    1. Rotun DF

      13 Maret 2018 at 8:27 AM

      Semangat Titiiiisss !

  • Ipeh alena

    15 Maret 2018 at 9:03 AM

    Duh, Nyak, kalo saya…terima gaji pagi, sorenya udah ludes ahahahahaha. Rekening cuma buat numpang lewat #hiks

    1. Rotun DF

      18 Maret 2018 at 7:42 PM

      Ah Ipeh kutakpercaya. Tabungan emasnya udah berapa kilo, Peh? Hahaha

  • ZILQIAH

    15 November 2018 at 11:01 AM

    saya sama suami sering bahas bersama soal keuangan tuh kalau mau tidur, hampir semua cara ini dipraktekin eheheh cuma bedanya kami gak nyicil, suami pegang teguh kekeuh gak mau pakai kredit atau nyicil. jadi kalau mau beli ssuatu ya emang harus di tabungin dulu

  • Lidya

    15 November 2018 at 12:07 PM

    Sekarang aku lagi fokus di dana darurat nih supaya aman ya.
    Kalau aku biasanya diatur mingguan

  • Keke Naima

    15 November 2018 at 1:43 PM

    Sejujurnya kalau saya urusan pos keuangan diserahkan ke suami. Bukan suami gak percaya. Justru saya yang gak mau hehehe. Tapi, tetap lah kalau mau apa atau abis beli apa, saya ngomong ke suami

  • Dewi Sulistiawaty

    15 November 2018 at 5:38 PM

    Duh, aku kalo ditanya secara teori udah kayak master aja, tapi prakteknya, nihil. Gak jelas, kadang kalo lagi mood bisa, tp kalo lagi nggak beuuh…dan sering nggaknya lagi *malu

  • Yoanna Fayza

    15 November 2018 at 7:38 PM

    Mak, rekening banknya bisa sama persis deh kita. BCAku buat terima transferan fee dan belanja2 online. BRI buat rekening belanja bulanan karena bank dan atmnya di depan rumah persis, mandiri dan bni syariah buat savings πŸ™‚

  • Mama Karla

    15 November 2018 at 9:22 PM

    Aku jg punya cicilan nyak, rumah blm lunas, huehehe. Pingin cpt2 lunas euy, tp msh lama. Heuheu

  • Noe

    15 November 2018 at 9:23 PM

    Aku dulu bikin rek BCA utk rekening khusus transaksi jualan online, skrg kepake juga uyk gajian sbg freelancer dr blog dan sosmed. Uhuy

  • Kurnia amelia

    15 November 2018 at 10:10 PM

    Wuihh keren banget mba nya bisa punya banyak tabungan sekaligus investasi. Saya sendiri sekarang lagi fokus di LM sama tabungan emas aja sih di penggadaian buat jaga-jaga hehe.

  • Hidayah Sulistyowati

    15 November 2018 at 11:33 PM

    Aku tabungan ada 2, satu untuk dana darurat yang nggak boleh diambil sama sekali, makanya gak ada ATM. Satu lagi untuk kebutuhan mendadak kayak sumbangan keluarga atau tetangga. Kan kadang banyak hajatan barengan, nah ambil deh dari sini. Kalo utk pendidikan urusan suami, hahahaa

  • Indah Nuria

    16 November 2018 at 5:12 AM

    Sebelum mengatur keuangan, memang perlu tau dulu berapa persisnya penasukan dan pengeluaran yang harus dikeluarkan. Dari situ kita pakai skala prioritas yaaa mba. Jadi inget jaman aku kuliah akuntansi πŸ™‚

  • Tuty Queen

    16 November 2018 at 8:01 AM

    Yes..noted mbak. Btw selain dana darurat aku sudah rutin menyisihkan post-post untuk asuransi, investasi, ..nah dana darurat ini yangpengeluaran x 12 bulan aku belum ikutiin hihi

  • Rani R Tyas

    16 November 2018 at 10:08 AM

    Duh Gusti, banyak banget Nyak tabungannya?! Aku yang punya 3 aja pengen aku tutup 1. Riweh pisan soalnya (bagian ngisinya).

  • handriati

    16 November 2018 at 10:24 AM

    aku menganut sistem multi rekening nyak, lebih enak sih gak ribet. jadi kalau kmn2 cuma ada 1 atm yg dipake untuk sehari-hari…

  • Emanuella Christianti

    16 November 2018 at 10:54 AM

    Bener banget Mbak, pakai BPJS tu ngebantu banget ngurangin dana kesehatan. Gayatri anak saya kemarin sempat diopname dan lumayan banget ya biayanya, ternyata kalau punya BPJS semua dicover ih kata susternya…. Sayangnya saya belum punya saat itu hiks….

  • Eryvia Maronie

    16 November 2018 at 12:58 PM

    Masalah keuangan keluarga emang harus diperketat pos-posnya. Jangan ikutin gaya hidup yang hanya berdasarkan keinginan bukan kebutuhan.

  • Ainhy

    16 November 2018 at 2:25 PM

    Aku sih masih single mba belum pernah rasakan sensasi mengatur keuangan rumah tangga wkwk tapi semenjak jd Blogger aq jadi dapat banyak referensi soal khdpn rmh tgga trmsuk yang satu ini, mengatur keuangan thanks mba

  • Jiah

    16 November 2018 at 2:57 PM

    Aku ada keinginan juga buat beberapa tabungan nanti pas nikah. Ya buat beda2 in ini itu biar gak campur2. Tipsnya dipraktekin saat udah berkeluarga nanti

  • retno

    16 November 2018 at 3:34 PM

    Aku sendiri juga punya 2 rekening, salah satunya BCA untuk urusan transfer fee dan belanje online #eh.
    Btw, aku baru tau soal Tahaka, thank you infonya mbak aku tak browsing-browsing lagi…

  • Apura

    16 November 2018 at 4:38 PM

    Aku baru mulai bulan ini catetin pengeluaran. Ternyata banyak hal yang bisa dipangkas buat nambahin tabungan. Baru sadar aku seboros itu

  • Rani Yulianty

    16 November 2018 at 4:39 PM

    Kalau baca artikel tentang pengelolaan keuangan tuh suka pengen gigit kulkas, semangat di dua bulan pertama terus selanjutnya bubar jalan, kurang konsisten, nih, tapi baca ini jadi semangat lagi, makasih ya sharing dan infonya

  • Diah

    16 November 2018 at 5:05 PM

    saya mi juga ini yang ndk jelas pengaturan keuangannya, selaluji ada niat tapi di awal-awal ji rajin nulis pengeluarannya, giliran angkanya sudah semakin ke kiri yasudaaahh bhaaay, nantimi lagi deh catatnya, hihihih.
    ternyata ada temanku nih yg koleksi rekening di Bank, hihih.
    saya bukanya klo bisa yg ndak ada potongan atau ndk besar potongan admin per bulannya, itu kan lumayaaann.. klo di BNI Syariah saya pilih yg produk Wadiah, non biaya admin πŸ˜€

  • Mechta

    16 November 2018 at 5:16 PM

    Duh ..penting banget iniii… Ikut ngaret rumusnya ya Nyak..dan berharap semoga bisa menerapkannya dg baik hehe..

    1. Mechta

      16 November 2018 at 5:17 PM

      Ups maaf typo..maksudnya ‘nyatet’ bukan ‘ngaret’.. Haha.. HP ku sok tau nih..

  • Nurul Fitri Fatkhani

    16 November 2018 at 9:42 PM

    Sebagai menteri keuangan dalam rumah tangga, kita memang dituntut untuk lebih cermat daam penggunaannyaya…

  • Eka Mustika Sari

    17 November 2018 at 12:45 AM

    Terimakasih mba. Ini manfaat banget buat aku yang masih jadi kasir keluarga. Belum jd manager keuangan nih

  • Rahmah

    17 November 2018 at 4:00 AM

    Belajar banyak nih soal finansial keluarga. Sayangnya masih sering bablas pengelolaannya karena menuruti hawa nafsu..

  • Siti hairul

    17 November 2018 at 5:01 AM

    Kalau keluarga kami prinsipnya berbasis Syariah jadi semua urusan perbankan pakainya bank syariah terus juga mengurangi mengurangi hutang usahain banget nggak harus hutang

  • Siti Faridah

    17 November 2018 at 5:08 AM

    Aku catat nih semua tipsnya. Prioritas itu memang yang paling utama. Kalau sampai saat ini aku cuma masih nabung aja di Bank Mandiri.

  • Helena

    17 November 2018 at 5:28 AM

    woh banyak yaa rekeningnya. Aku mau bikin multi rekening tapi berasa repot gitu pindah-pindahin padahal bagus buat batasin anggaran.

  • April Hamsa

    17 November 2018 at 6:03 AM

    Keren mabk bisa isahin rekening dan mengatur anggaran berdasarkan jangka waktunya. Aku bintangin nih artikelnya. Moga bisa menerapkan juga buat anggaran keuangan keluarga kecilku πŸ˜€

  • Novi H

    17 November 2018 at 6:28 AM

    aku belum berkeluarga sebenernya.. tapi tipsnya bakal tetep aku terapkan dan aku simpan untuk next pas berkeluarga, thanks infonya ya mba πŸ™‚

  • Noorma

    17 November 2018 at 6:28 AM

    Mengatur uang keluarga biar lebih cermat kalo aku dicatat selalu setiap pengeluaran mba.tapi butuh kinsistensi tinggi itu

  • Nyi Penengah Dewanti

    17 November 2018 at 6:52 AM

    Alhamdulillah hutang nggak ada, tapi ya itu jajannya aku tuh boros banget ahahha apa karena seneng nguliner ya. Makanya nabungnya sama jajan lebih besaran jajan. Payah ya, ah semoga aku bisa mengevaluasi lang dengan 5 cara mudah yang Nyak berikan.

  • Ade anita

    17 November 2018 at 6:58 AM

    Iya aku juga. Dana pendidikan anak aku masukkan dan itu nyampe 30 %kayaknya ya. Krn include beli alat dan sarana penunjung juga

  • Leyla

    17 November 2018 at 7:58 AM

    Yup jangan lupa bayar zakat ya, yang bikin harta kita berkah. Biasakan juga sedekah terutama di hari Jumat. Itu jadi dana darurat juga nantinya.

  • Uniek Kaswarganti

    17 November 2018 at 8:07 AM

    Nah ini, konsistensi pencatatan pengeluaran nih yang suka terengah-engah melakukannya hehehee… Suka asal aja kalau belanja. Harus segera dibenahi lah ya biar jelas manajemen keuangan keluarga.

  • Indri Noor

    17 November 2018 at 9:41 AM

    Yayyy..tipnya udah aku praktekin semuanya.
    Mudah2an bisa terus lancar dan istiqomah

  • Mugniar

    19 November 2018 at 8:13 PM

    Minder dengan perencanaan ini. Saya harus belajar banyak, Nyak.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Prev Post Next Post