Simbok dan 6 Hal Tentangnya Yang Menginspirasiku

Kamis, 15 Maret 201824 Comments
Blog post

[ Baca ini dulu yuk: Rotun si anak dusun ]

Meski tak seperti anak-anak lain yang selalu bersama ibunya, karena sejak saya umur 9 tahun simbok selalu pergi merantau, namun kenangan saya akan simbok cukup kuat. Mungkin karena di masa kanak-kanak, simbok berusaha memenuhi hari-hari saya dengan cinta dan kasih sayang. Salah satunya simbok seriiing memanggil saya seakan ada hal penting, dan ketika saya mendekat, beliau hanya memeluk dan mencium saya. Ya, hanya itu. Yang kemudian membuat saya merasa berharga dan sangat dicintai. Itu pula sepertinya yang membuat saya kuat menghadapi kerasnya hidup di kemudian hari.

Malam ini saya berusaha mengumpulkan ingatan, tentang betapa sosok yang tak lagi muda ini menginspirasi saya terutama dalam hal berumah tangga. Dan ini dia 7 hal tentang simbok yang menginspirasi.

1. Pintar Memasak 👌

Pintarnya level segala resep udah nglotok, nggak pake gugling resep atau capture dari Cookpad macem saya 😆😆. Dan ini terkenal seantero kampung. Kalau ada tetangga yang hajatan, maka simbok pasti akan di daulat menjadi jubus (juru masak). Atau jika di masjid atau mushola ada acara, maka simbok biasanya akan diminta memasak makanan andalannya: lapis aneka warna atau bakwan sayur. Bakwan sayur ini bahkan legend banget. Wajibul kudu ada dan terhidang di meja pas lebaran dan menjadi buruan para tamu.

Pokoknya kalau ada yang nanya, “Kiye gaweane sapa?” dan jawabannya adalah, “Gaweane mboke Hidan (kakak saya)” maka tak ada lagi yang meragukan alias rasa dan mutu pasti terjamin. Keren ya.

Sayangnya sebagai anak, selama bertahun-tahun saya hanya jadi penikmat doang. Nggak pernah minat belajar, dan simbok juga nggak pernah nyuruh saya masak. Maka jadilah pas saya nikah, kemampuan masak saya bahkan kalah jauh dari bapak mertua. Sungguh memalukan🙈. Akhirnya pelan-pelan saya belajar dan mendokumentasikannya di blog Dapur Nyak Rotun.

Alhamdulillah ya, sekarang mah kalau mudik saya mulu yang disuruh masak, ahahaha.

2. Bersihan

Ini apa sih istilah yang bener. Kalau di Jawa dibilangnya resikan. Bersih dan rapi dalam segala hal. Kalau tetangga main ke rumah, nggak jauh-jauh dari memuji rumah yang rapi, nggak ada tumpukan barang di sana sini, lemari simbok yang tatanan bajunya rapi jali, presisi di segala sisi. Lemarinya kan yang model kaca transparan itu loh, dan kalau di kampung orang nenangga kan sampe masuk-masuk ke dalem, bahkan ke dapur, jadi bisa tau deh.

Simbok itu paling nggak tahan ada sesuatu yang nggak pada tempatnya, berantakan, atau kotor. Langsung gatel pengen beberes. Maka bisa nebak dong ya kalau simbok bertandang ke rumah anaknya ini: mainan Wafa sama Ayyas langsung rapiiiihhh. Bahkan pernah Wafa mau main boneka kok nggak ada samua. Ternyata sama simbok udah di masukin kresek dan disimpan ke atas lemari. Omagaaaa, hahahahaha.

Saya tadinya juga punya standar yang tinggi banget masalah bersih dan rapi ini. Tapi pas udah punya anak dan belajar parenting dikit-dikit, mulai deh menurunkan standar. Biar nggak gampang stress, bok, liat anak mberantakin mainan mulu, atau bahkan ngawur-ngawurin bedak ke seantero rumah😪😪

3. Disiplin

Alias nggak pernah nunda-nunda. Oh Simbok plis tularkan itu pada anakmu. Karena sampai saat ini saya masih suka banget nunda-nunda segala sesuatuuu. Kayaknya sih efek ‘bersihan’ dan ‘nggak sabaran’ simbok juga. Jadi misal nih, nyuruh saya nyuci piring, terus saya nggak langsung bertindak, maka simbok nggak akan menyuruh untuk yang kedua kalinya. Langsung dikerjain sendiri!

Saya mah di rumah sendiri cuek, kalau misal anak-anak lupa naruh handuk, bahkan pas udah diingetin. Saya biarin aja, sampe pas mau dipake lagi mereka ngeluh handuknya basah dan bau apek. Lebih efektif buat bikin mereka disiplin. Hal ini juga berguna buat ngajarin tentang konsekuensi, ya kaaann. Ehehehe~

4. Menjaga penampilan di depan suami

Masih satu alur sama bersih dan rapinya simbok. Saya selalu ingat, tiap bangun tidur simbok selalu ke depan cermin, menyisir rambut panjangnya dan kemudian menggelungnya tinggi-tinggi. Baru kemudian ke kamar mandi, dan bersih-bersih. Sampai sekarang bahkan simbok selalu mandi sebelum Subuh. Saya? Yaaa, kalau lagi diharuskan aja sih *if you know what I mean.

[ Baca juga: Cantik di mata suami ]

Simbok juga selalu rajin mengganti sarung, peci, baju koko dan perlengkapan sholat romo kalau sudah seminggu. Hal yang sampai sekarang masih susah saya tiru. Untunglah eike punya suami yang rajin naruh baju koko yang udah bau ke keranjang laundy-an😂😂

5. Pekerja keras

Bertahun-tahun kerja jadi TKW di Arab cukup membuktikan bahwa simbok adalah seorang pekerja keras. Pun setelahnya selalu berganti-ganti majikan dengan berbagai watak dan karakter. Iya, simbok saya memang bekerja sebagai seorang pembantu, dan beliau tidak pernah malu.

“Kerja apa bae sing penting halal”, katanya selalu.

Bahkan simbok selalu bilang pembantu itu jasanya besar, pahalanya besar, karena membantu orang. Dan saya super setuju sih, mengingat keluhan ibu-ibu di timeline tentang ketiadaan pembantu atau kalau ditinggal mudik pembantu.

Kalau simbok saja nggak malu, apa iya saya pantas malu? Bahkan sampai sekarang, saat anak-anaknya melarang, simbok bersikukuh tetap bekerja membantu juragan di kampung, seorang janda kaya yang akhirnya lebih terlihat menjadikan simbok sebagai seorang teman, alih-alih pembantu. Dan karena pekerjaanya hanya sedikit, simbok pun masih pergi ke sawah membantu romo atau bahkan menjadi buruh panen saat musim panen tiba. Kadang saya heran, apa rahasia kekuatan simbok. Beneran setrooooong💪💪💪

6. Berpikir positif

Ini mungkin salah satu jawabannya. Selain memang udara di desa yang masih bersih, makanan yang terjaga (mana kenal sama junk food?), juga rajin bergerak. Nggak cuma duduk di depan laptop, wey!

Ini juga suka jadi omongan tetangga. Sering bilang kalau mereka iri sama simbok karena nggak pernah sakit. Sehaaat terus. Aktiiiiif terus. Masya Allah. Sakit paling pusing atau pilek biasa. Parah-parahnya paling berobat ke bidan desa terus sembuh deh.

Kalau dari pengakuan simbok sendiri, memang beliau selalu berdoa minta kesehatan. Cukup bapaknya aja (eyang saya) yang dulu keluar masuk rumah sakit sampai sawah habis dijual untuk biaya pengobatan. Dan lagi kalau sakit siapa yang bakal ngerawat, anaknya jauh-jauh semua😭😭😭

Simbok juga pinter banget ngadem-ngademi ati, karena nggak mungkin kan ada orang yang bebas masalah. Masing-masing pasti ada cobaan dan ujiannya. Cuma kalau simbok, beliau bakal memikirkan seperlunya dan lalu meghibur diri sendiri. Dengan menghitung banyaknya nikmat dari Allah, mengingat anak cucu yang alhamdullillah sehat, dan banyaak nikmat lainnya yang akhirnya merasa bahwa masalah yang ada menjadi kecil dan insyaAllah akan ada jalan keluarnya.

❤❤❤

Itulah 6 hal dari banyak hal lainnya tentang simbok yang menginspirasi saya. Tentu saja, seperti manusia lain, simbok juga punya banyak kekurangan. Tapi biarlah yang baik-baik saja yang akan abadi di tulisan dan kenangan saya.

——

Buat yang baca ini, boleh yaa minta doanya. Semoga simbok dan romo saya selalu dalam lindungan Allah. Diberikan kesehatan dan umur panjang, dilimpahi dengan kasih sayang dan keberkahan. Dan semoga suami saya bisa segera mutasi ke Jawa, memenuhi keinginan simbok yang ingin lebih sering ketemu cucunya👧👦

Terimakasih banyaaak, semoga doa baik kembali ke kalian juga yaaa.

Palopo, kangen simbok sejadi-jadinya.

Nyak Rotun.

24 Comments

  • Glentina Pasaribu

    Jumat, 16 Maret 2018 at 8:10 AM

    Ibu memang selalu jadi sosok yang menginspirasi ya mbak Rotun.
    Ahh.. baca ini jadi keinget Mama.
    Semoga simbok dan romo sehat selalu ya Mbak. Panjang umur selalu.
    Dan bisa lihat cucu-cucu sampai besar nanti (“,)

    1. Rotun DF

      Minggu, 18 Maret 2018 at 7:51 PM

      Amiiinnn Ya Allah. Terimakasih doanya ya Mba.
      Makasih juga sudah mampir sini 🙂

  • maschun

    Jumat, 16 Maret 2018 at 11:27 AM

    simbok, kalau ane sich manggilnya mak, mantap emang kalau udah bicara tentang tercinta yang satu ini, pasti banyak hal yang dapat kita pelajari dari dia

    1. Rotun DF

      Minggu, 18 Maret 2018 at 7:53 PM

      Betul, Mas. Namanya seorang ibu ya, selalu punya tempat yang spesial di hati kita :’)

  • Lia Lathifa

    Minggu, 18 Maret 2018 at 2:48 PM

    salam sayang buat si mbok, sangat menginspirasi, bahagianya masih sehat ya mbak 🙂

    1. Rotun DF

      Minggu, 18 Maret 2018 at 7:56 PM

      InsyaAllah salamnya disampaikan Mba, terimakasih yaa.
      Iya, biidznillah masih sehat dan bugar banget 🙂

  • Kang Nata

    Senin, 19 Maret 2018 at 7:52 AM

    orang tua, terutama ibu memang selalu menjadi sumber inspirasi kita, apalagi dalam soal perhatian dan kenyamanan, Sang Ibu Memang Juaranya.

    1. Rotun DF

      Minggu, 25 Maret 2018 at 7:14 PM

      Exactly, Mas 🙂

  • Lidha Maul

    Selasa, 20 Maret 2018 at 11:24 AM

    iya, mamak ku pun bersihan.
    Apa-apa langsung diberesin.
    Coba kalau aku, doooh.

  • Nita Lana Faera

    Rabu, 21 Maret 2018 at 7:46 AM

    Orang tua jaman dulu memang disiplin dan bersihnya luar biasa ya. Mungkin karena umumnya banyak anak, jadi kalau lelet2 macam saya, anak bisa nggak keurus, hahah… Simbok dulu merantau, sekarang dirimu juga merantau ikut suami. Banyak pengalaman yang didapat. Orang yang terbiasa sibuk, sampai tua pun tetap pinginnya sibuk ya macam Simbok. Moga Eyangnya anak2 sehat2 selalu dan pak suami dimutasi ke Jakarta aja, haha… biar dirimu jadi blogger Jakarta 😀

  • lianny hendrawati

    Kamis, 22 Maret 2018 at 5:49 PM

    Semoga simbok dan romo selalu diberi kesehatan, umur panjang dan selalu dalam lindunganNya. amin.
    Duh jadi keinget dengan mama 🙂

  • Latifika Sumanti

    Kamis, 22 Maret 2018 at 9:48 PM

    Ooh, pantes mba nya orang Jawa toh, dari wajah nya keliatan tapi pas pertama kali baca tulisannya koq di Palopo, ternyata ikut suamih ya mba. Mba, itu ibunya super banget sih, masya Alloh…. Sampai anak2nya masih punya ingatan yg kuat sama kasih sayang ibunya. Suka marah ga mba. Atau cerewet? Soalnya kalo perfeksionis gitu iya sih kadang suka cerewet karena standarnya tinggi. Hihi… Kayanya ga ya

    Mugi-mugi ibunya sehat selalu ya mba dan diberkahi sisa umurnya… Aamiin

  • Latifika Sumanti

    Kamis, 22 Maret 2018 at 9:49 PM

    Ooh, pantes mba nya orang Jawa toh, dari wajah nya keliatan tapi pas pertama kali baca tulisannya koq di Palopo, ternyata ikut suamih ya mba. Mba, itu ibunya super banget sih, masya Alloh…. Sampai anak2nya masih punya ingatan yg kuat sama kasih sayang ibunya. Suka marah ga mba. Atau cerewet? Soalnya kalo perfeksionis gitu iya sih kadang suka cerewet karena standarnya tinggi. Hihi… Tapi Kayanya ga ya mba si Mbok

    Mugi-mugi ibunya sehat selalu ya mba dan diberkahi sisa umurnya… Aamiin

  • Aswinda Utari

    Kamis, 22 Maret 2018 at 10:05 PM

    Peluk hangat si mbok bunda. Ga bisa berkata apa2 lagi. Cm bs berdoa smg beliau diberikan kesehatan dan keberkahan agar selalu dapat menginspirasi keluarga hingga orang sekitarnya.. 🙂

  • mpo ratne

    Jumat, 23 Maret 2018 at 9:03 AM

    Boleh dong, cicip dan bagi ilmu resep masakan si mbok. Jadi penasaran

  • Nyi Penengah Dewanti

    Jumat, 23 Maret 2018 at 10:11 AM

    Aamiin ya Allah semoga simbok sehat selalu ya Nyak.
    Jauh gitu nek kangen kangelan ya Nyak.
    Anin gemesin banget uhuhuu … pengen nyuwil pipine

  • Ria Kurniasih

    Jumat, 23 Maret 2018 at 6:26 PM

    Salam kenal buat simbok ya mbak, semoga simbok sehat selalu dan dalam lindungan Allah SWT, baca cerita di atas jadi pengen bikin juga curhatan tentang emak dirumah 🙁

  • Munasyaroh

    Sabtu, 24 Maret 2018 at 2:48 PM

    Semoga Simbok sehat selalu mbak…… Anak-anaknya Pasti bangga banget punya ibu yang seperti ini

  • Dunia Faisol

    Sabtu, 24 Maret 2018 at 7:51 PM

    Wahhh kunjungan pertama kali ke blog ini kak. Salam dari #DuniaFaisol

  • Puspita Yudaningrum

    Minggu, 25 Maret 2018 at 12:59 AM

    Si mbok kece. Semoga mbok selalu sehat dan panjang umur ya mbk. Salam sama mboj

  • Helena

    Selasa, 27 Maret 2018 at 2:29 AM

    Keren banget simbok pantesan Nyak juga sekeren ini. Nurun simbok, tho. Sehat-sehat yaa

  • Noe

    Rabu, 28 Maret 2018 at 11:03 AM

    Hoo, jd rajin masakmu iyu turunan dari simbok yaa. Enakku jg pinter masak, bersihan, disiplin, tp gk nurun ke aku. Haha

  • Annisa

    Senin, 2 April 2018 at 9:58 AM

    Ibu selalu menginspirasi, ya mbak. Apa yang jadi inspirasi simbok nya mbak, jadi inspirasi bagi saya juga. Semoga kita selalu bias berbakti sampai akhir hayat sama ibu.

  • eva arlini

    Sabtu, 5 Mei 2018 at 8:39 AM

    masya allah, hebat ya ibunya…barakallah moga ibu mbak sehat selalu..amin

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Prev Post Next Post