Baik ke Anak Lain Tapi Galak ke Anak Sendiri. Kok Bisa?

Kamis, 7 April 201655 Comments
Blog post

Entah ya, tapi mau curhat aja ternyata ibu yang baik banget ke anak lain sementara galak banget ke anak sendiri itu nyata adanya.

Suatu hari, tetangga saya mau pindah rumah. Tetangga yang lain, termasuk saya ikut membantu mengemasi barang-barang di rumahnya. Di depan rumah sudah terparkir mobil pickup yang akan mengangkut perabot dan barang lainnya.

Anak tetangga saya, dua orang dan semuanya perempuan, bermain di atas mobil itu dan melompat-lompat. Yang satu kelas 4 SD, yang satu kelas 2 SD. Berkali-kali ibunya mengingatkan, “Jangan lompat-lompat, jatuh kau nanti”.

Nah, singkat cerita setelah berulang kali si Ibu berteriak melarang anaknya main lompat-lompat di atas mobil, anak perempuan kelas 4 SD itupun jatuh, dengan posisi satu kaki ke tanah tapi satu kakinya masih nyangkut di sisi mobil.

Saya yang melihat aja ikut ngilu. Pasti sakit banget, karena kaki yang nyangkut di mobil posisinya nekuk dengan tulang kering membentur sisi mobil. Nangis? Iya, kenceng banget. Namun yang membuat saya lebih syok adalah reaksi ibunya.

“ALHAMDULILLAAAH…jatuh juga akhirnya kau ya, syukuuuur. Itu akibatnya kalau ndak mau denger omongan Ibu. Berapa kali ibumu bilang dari tadi, heh? Jangan lompat-lompat. Sudah, rasakan kau!”

Nampaknya si Ibu benar-benar marah, karena setelahnya sama sekali tidak peduli meski anaknya menangis meraung-raung sambil terpincang-pincang. Akhirnya para tetangga yang menolong dan mengobati kakinya.

Tapi entah mengapa saya yakin, luka di hatinya lebih sakit daripada luka di kakinya. Lalu siapa yang akan menolong dan mengobati hatinya yang luka? Huhu…saya sedih dan syok banget. Terlebih karena semua yang terjadi terekam oleh kedua balita saya.

Detik berikutnya Wafa memberondong dengan pertanyaan: Kenapa Kakak nangis, Bun? Sakit ya itu Bun, kasihan Kakak. Ibunya kenapa marah-marah Bun? Sayapun bingung menjawabnya. Akhirnya saya melipir pulang sambil menenangkan hati yang ngilu tiba-tiba.

Saya percaya banget kalau kata-kata Ibu adalah doa, that’s why sebagai ibu, kita harus sangat hati-hati dalam berkata ataupun memperingatkan anak.