#CeritaAyyas 6-10: Gimana Rasanya Jadi Dewasa?

Kamis, 29 September 20221 Comments
Blog post

Ohaiyo!

Lama banget banget nggak ngeblog dan sekarang bismillah nawaitu kutekadkan mau mulai lagi dengan ikut challenge dari grup blogger parenting #1week1post. Oh apakah aku shanggup? Jawabannya adalah harus sanggup dan harus maksain karena daripada kena pinalti harus share postingan member lain ke semua sosmed. Yakali?

Karena membernya ada… 47 (wow)

Oiya, grup blogger parenting ini digawangi sama blogger parenting kece baday ibuk April Hamsa dan Ibuk Helena. Pas itu saya lihat di twitter Mak April woro-woro siapa yang mau ikutan challenge selama 3 bulan dengan menulis tema parenting seminggu sekali. Dan kuberfikir inilah waktu yang tepat untuk kubersinar kembali, menunjukkan eksistenku sebagai seorang bloher (ngaku-ngaku) parenting.

Dan ya, bhaiq. Sebagai pemanasan (kretekin jari) mari kita menulis yang ringan-ringan saja dahulu: Update kerandoman anak keduaku, Ayyas, yang bahkan sampai umurnya di 8 tahun alias kelas 2 SD masih saja sering keluar obrolan yang bikin ayah bundanya emejing. Here we go!

#6: Kenapa Nggak ke Dokter?

Suatu kali Wafa sakit. Entah masuk angin atau kecapekan, dia panas, pusing dan muntah-muntah. Tapi Alhamdulillah setelah istirahat dan minum paracematol, kondisinya membaik. Cuma kadang kalau anak sakit kan gitu ya, pas siang udah kaya sembuh, pas malem eh panas lagi. Begitu juga yang terjadi sama Wafa.

Ayyas, melihat kakaknya sakit lagi:

“Bun, kok Wafa nggak dibawa ke dokter? Kemarin dia muntah-muntah kan, udah minum obat tapi belum sembuh. Kan kalau sakit berlanjut hubungi dokter”.

Ahahahaha, korban iklan banget.

#7: Bosen

Saya sering berdoa keras-keras di depan Ayyas semoga kelak Ia bisa menjelajah berbagai tempat di muka bumi ini. Karena asli deh, ni anak seneng banget jalan. Kalau Jumat tiba mesti nanya, “Besok kita jalan-jalan kemana nih?” Dan jika akhirnya kita jalan, biar kata seharian, nggak ada tuh capek-capeknya. Hepi banget anaknya.

Cuman kan nggak setiap wiken juga kita jalan. Kadangkala ayah bundanya, seperti orang dewasa menuju tua lainnya, pengen goler-goleran santai rebahan. Kalau sudah begitu, maka kami bersiap untuk mendengarkan celotehan Ayyas yang berkali-kali bilang bosen.

“Aku bosen nih Bun, nggak ngapa=ngapain”

Jika dialihkan dengan kegiatan lain, nggak lama balik lagi dengan keluhan yang sama. Dan jika sudah bosan mengeluh ke bundanya, maka dia akan berdoa keras-keras.

“Ya Allah, aku bosen banget Ya Allah. Aku mau jalan-jalan. Atau kalau nggak, aku mau yang enak-enak. Es krim kek, mie ayam kek, jajan yang enak-enak pokoknya Ya Allah”.

#8: Punya Anak Lucu

Ammar, anak ketiga kami alias adiknya Ayyas kan umurnya 2 tahun. Lagi lucu-lucunya lah. Ngomongnya kalau kata orang betawi pentes banget, ceriwis. Hiburan banget deh. Nah, suatu kali lagi rame-rame ketawa karena celotehan Ammar, si Ayyas bilang.

“Bun, Bunda beruntung banget punya anak kaya Ammar. Gimana sih caranya biar punya anak lucu kaya gitu? Nanti aku mau tiru, biar istriku bangga padaku”

Wow, visioner sekali ya anda.

#9: Ammar Ganti Nama Aja

Pagi-pagi, saya habis mandiin Ammar dan lagi pakein baju. Tiba-tiba,

“Bun, Ammar ganti nama aja deh”

“Lho, kenapa emang Bang?”

“Nanti kalau dia kelas 2 SD, ada pelajaran Nahwu Shorof ciri-ciri amar. Nanti dia pasti diledekin deh sama temennya. Terus ya, kalau Ammar kelas 2, berarti aku udah SMP. Aku udah nggak ada buat belain dia”

Eyaampun, anakku. Antara ngakak sama terharu sih, segitunya dia mikirin hajat hidup adeknya, wkwkwk.

#10: Gimana Rasanya Jadi Dewasa?

Pertanyaan ini lumayan sering diajukan, padahal sudah sering juga kami jawab. Kadang jawabnya santai, seperti: pusing Bang, mikirin menu makan setiap hari. Atau, enak bisa nyuruh-nyuruh anaknya (candaaa). Atau kadang kita jadi diskusi serius, tentang tanggung jawab dan kewajiban yang ada pada orang dewasa.

HIngga pernah suatu kali, bertanya hal yang sama ke sekian kali.

“Bun, gimana sih rasanya jadi dewasa?”

“Menurut Abang gimana? Enak nggak?”

“Enak, bisa sayang-sayangan sama cinta-cintaan kaya Ayah sama Bunda”

Haiyaah, wkwkwk

By the way, menurut kalian, apa rasanya menjadi dewasa? Share ya, nanti aku tunjukin ke Ayyas. Hahahaha

Sampai jumpa di cerita berikutnya!

Tons of love,

1 Comments

  • April Hamsa | Mom Blogger

    Jumat, 7 Oktober 2022 at 6:36 PM

    Kalau anakku suka ngiri jadi orang dewasa, katanya orang dewasa enak boleh nonton/ main henpon sepuasnya wkwkw, ini krn dia sering liat emaknya pegang HP kali ya 😛

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Prev Post Next Post