Ibu Pembelajar itu Bernama Lidha

August 31, 201625 Comments
Blog post

Ibu rumah tangga kok ikut workshop A, seminar B, pelatihan C? Kan kerjanya cuma di rumah?

Yang ibu rumah tangga, pernah dapet pertanyaan kayak gitu nggak? Jika kamu seorang ibu rumah tangga, tapi kamu rajin ikut komunitas ini, ikut seminar atau pelatihan itu, maka pertanyaan di atas rasanya pernah mampir di telinga kita ya.

Meski sekarang sudah jauh lebih baik penilaian terhadap profesi ibu rumah tangga yang tak hanya mengurusi urusan domestik rumah tangga, tapi stereotip seperti itu ternyata masih ada.

Karena itulah yang dialami oleh salah satu sahabat saya di Balikpapan sana, Lidha Maul. Lalu bagaimana Ia menjawabnya? Ternyata katanya menjawab hal semacam itu cukup simpel, yaitu: senyumin aja. Hehehe.

Ya, karena sejatinya menjadi ibu rumah tangga itu pekerjaan yang butuh banyak ilmu seabrek-abrek, pengetahuan dan keterampilan.

Makanya, sadar akan hal itu, Mba Lidha yang saat ini sudah memiliki satu putri cantik berusaha untuk terus meng-upgrade ilmunya. Dalam hal apa saja. Bahkan, Mba Lidha yang saya kenal begitu senang belajar banyak hal. Makanya saya menyebutnya sebagai ibu pembelajar.

Bukan apa-apa, saya merasa bahwa kok saya nggak gitu-gitu amat. Gitu-gitu amat dalam artian saya tidak terlalu suka mencoba hal yang benar-benar baru bagi saya. Palingan, saya mencoba memperdalam apa yang saya rasa menjadi kesenangan, hobi dan passion saya.

Misalnya nih, saya suka masak. Ya saya sukanya mencoba resep baru, nggak tiba-tiba mencoba bikin panci, misalnya. Oke, ini analogi ngawur, hahaha. Atau saya suka nulis, maka palingan saya memperdalam gimana biar tulisan saya lebih baik, bertenaga dan tetap renyah. *ini apa sih*.

Intinya masih dalam koridor yang nggak terlalu jauh.

Sedangkan Mba Lidha?

Kita lihat apa saja yang Ia coba pelajari. Dari gardening, belajar manajemen, keuangan, craft sampai desain. Oh wow. Lebih lanjut, Ia menuturkan bahwa ini salah satu caranya untuk bisa tetap bahagia di rumah.

Ya, Mba Lidha yang tadinya pernah menjadi wanita karir dan menjadi guru di salah satu SMA di Balikpapan ini memang telah memutuskan untuk sepenuhnya tinggal di rumah bersama suami dan anak mereka.

Untuk bisa melihat segala kegemaran dan hal yang dipelajari oleh Mba Lidha, bisa berkunjung ke blognya di www.bulirjeruk.com. Di sidebar bisa dilihat profilnya dan apa yang ditulisnya.

Di disitu terpampang nyata bahwa blogger Balikpapan ini telah menisbatkan dirinya sebagai sosok yang senang belajar banyak hal. Dan hal itu dituangkannya di blog dengan harapan semoga menginspirasi. Masya Allah.

Saya yakin sih udah banyak yang terinspirasi sama Lidha. Buktinya blognya selalu ramai pengunjung. Dan ya, tentu saja saya salah satunya^^

Yang dipelajari Mba Lidha sebagai Ibu Pembelajar

1. Gardening

Lidha mengaku bukan seseorang yang menyukai kegiatan berkebun pada awalnya. Bahkan nggak ada pikiran suatu saat dia akan sangat mencintai berkebun seperti sekarang. Lho kok bisa? Bisa.

Alah bisa karena terpaksa *eh. Lokasi rumah yang jauh dari pasar dan abang sayur yang tak pernah terkejar, membuat Mba Lidha mencoba memanfaatkan lahan rumahnya untuk menanam. Favoritnya adalah menanam tanaman yang bisa dimakan.

Terus apa langsung berhasil? Nggak dong. Tapi Mba Lidha bukannya menyerah justru makin cinta dengan kegiatan berkebunnya. Dia belajar dari buku, majalah, internet dan dari mana saja untuk memuluskan langkahnya dalam berkebun.

Simak cerita tentang kecintaan Lidha berkebun di Jatuh Bangun Menanam Cabe

2. Artwork dan design

Mba Lidha suka ilustrasi, suka menggambar, suka handlettering, suka bikin-bikin ala DIY gitu deh. Mba Lidha kamu rajin banget deh *keprok-keprok*. Salah satu karya Mba Lidha ada di header saya yang kata orang manis-manis feminin gitu. Iyes, itu dia yang bikinin.

Suatu kali saya amaze saat posting tentang DIY kulit bawang. Itu namanya kulit bawang sama Mba Lidha kok bisa disulap jadi hiasan dinding yang cakep bener. Lah saya? Kulit bawang di tempel-tempelin doang depan pintu biar nggak ada vampir masuk rumah. Ya kali Nyak…

judul
Salah satu ilustrasi karya Lidha
hand lettering5_lidhamaul
Handlettering yang hanya menggunakan felt-tip marker. Bagus bangeeet.
kreasi-kulitbawang-bulirjerukcom-2
Ini DIY hiasan dinding dari kulit bawang.

Kalau urusan berkebun Mba Lidha mengaku awalnya karena kepepet, untuk artwork ini katanya memang merupakan hobi masa silam. Dia ini tipenya misal lihat lettering orang bagus, pengen nyoba. Nggak kayak saya lihat yang bagus-bagus ya sebatas mengagumi, eheheh.

Tapi saya dulu pernah juga lho. Jaman ngehits tipe-ex yang bisa menghapus tulisan salah. Saya sok iye bikin sendiri pake kapur sisa-sisa di sekolah. Saya hancurin dan campur dengan air. Senengnya bukan main pas berhasil menutup coretan di buku saya. Pas keesokan paginya mau sekolah dan masukin buku ke tas, laaah itu tipe-ex ala-ala rontok semua, hahahah xD.

3. Enterpreuner

Ini dijalani bersama suaminya. Saat tiga tahun lalu keduanya memutuskan untuk mandiri, lepas dari pekerjaan kantoran dan mencoba untuk berwiraswasta. Nggak main-main, demi mengais ilmu tentang berkebun dan wirausaha, mereka sampai pergi menyebrang dari Balikpapan ke Bogor.

Bahkan Mba Lidha yang dari awal diniatkan membantu suaminya dalam hal pembukuan, menjadi asisten dan bertindak sebagai manajer terus mengupgrade ilmunya agar bisa memuluskan langkah mereka di dunia bisnis.

Baca: Cash Flow: Si Arus Penentu Bisnis.

Dan tau nggak…selain hal-hal di atas, saat ini Mba Lidha sedang asyik belajar memanah sama berenang! Yaampun Mba kamu superb sekali *keprok lagi*

Saat saya tanya apa sih yang mendorongnya untuk tak pernah berhenti belajar dan mencoba hal baru? Jawabnya, selain karena ada hal yang mendorong, misal berkebun karena jauh dari pasar, ikut workshop bisnis karena membantu suami, namun dominan karena curious. Orang lain bisa, kenapa saya nggak? Iya, bener banget.

Dan kalau boleh saya tambahkan, menuntut ilmu memang wajib bagi setiap manusia. Agar tak lekang oleh jaman, agar selalu mengupdate ilmu dan pengetahuannya. Lebih lagi bagi seorang ibu, yang merupakan madrasah pertama bagi buah hatinya. Dan lagi, hidup hanya sekali. Sayang to jika tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya dan mengisinya dengan hal-hal yang baik pula.

Jadi, yuk nikmati hidup dengan terus belajar. Seperti sahabat saya, Lidha si Ibu Pembelajar^^

Palopo, akhir Agustus

Prev Post Next Post