Anak Dengan Kecerdasan Kinestetik: Ciri-ciri dan Cara Stimulasi

Kamis, 27 Oktober 20220 Comments
Blog post

Kecerdasan kinestetik adalah kemampuan menggerakkan anggota tubuh sesuai keinginan otak. Apa ciri-cirinya dan bagaimana stimulasi yang tepat? Yuk, lanjut baca!

Saat pertama kali datang ke paguyuban sekolah Ayyas dan menerima pembagian hasil psikotes, udah yakin banget sih kalau ini anak pasti masuk kinestetik. Dan benar saja, hal itu terbukti saat saya membuka lembar hasil tes dari psikolog.

Memang sudah terlihat jelas, Ayyas yang kalau belajar sambil muter kayak kitiran. Hafalan surat pendek/hadits sambil hand stand, dan seneeeng banget muterin rumah sambil bawa mainan. Kadang jadi kereta, kadang jadi ambulans. Tetangga sampai apal banget karena suaranya kenceng gaesss.

Wiuw wiuw wiuw~

Nah, adakah yang punya anak dengan tipe serupa? Besar kemungkinan anak-anak kita sama, memiliki kecerdasan kinestetik

Apa Itu Kecerdasan Kinestetik?

Kecerdasan kinestetik merupakan kecerdasan yang meliputi kemampuan fisik seperti koordinasi, keseimbangan, keterampilan, kekuatan, kelenturan, kecepatan dan kemampuan menerima rangsangan pada panca indera.

Sederhananya, kecerdasan kinestetik adalah kemampuan menggerakkan anggota tubuh sesuai keinginan otak.

Contoh paling umum pada anak yang memiliki kecerdasan kinestetik adalah anak suka melakukan berbagai kegiatan fisik. Seperti bersepeda, melompat, menari, berenang, bermain bola, dan aktifitas fisik lainnya.

Anak yang mempunyai kecerdasan kinestetik cenderung tidak bisa duduk diam dalam waktu yang lama, dia akan selalu mencari alasan untuk menggerakkan anggota tubuhnya. Seperti berlarian di sekitar rumah, membongkar mainannya, atau sekedar naik turun kursi.

Gurunya Ayyas itu kan sering ngirim foto ke grup kelas, nah saya liat-liat tuh ya, kok Ayyas duduknya selalu di belakang. Begitu saya tanya, kenapa abang kok seringnya duduk di belakang?

“Iya, habisnya kalau duduk di depan nanti aku tersiksa, nggak bisa gerak-gerak soalnya kelihatan sama ustadzah”

Haiyaaahh😂😂😂

Manfaat Kecerdasan Kinestetik

Sebuah studi dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Eastern di Finlandia mengenai kecerdasan kinestetik ini. Mereka menemukan bahwa siswa yang memiliki kecerdasan kinestetik (terbukti dengan keaktifan mereka mengikuti kegiatan atletik) ternyata mempunyai kemampuan membaca dan matematika yang lebih baik.

Kemampuan membaca dan matematika sangat penting dikuasai oleh anak, karena keduanya merupakan kemampuan dasar akademik yang bisa mendukung anak meraih nilai akademis yang lebih tinggi pada mata pelajaran lainnya.

Kemampuan matematika mewakili mata pelajaran eksak, sedangkan kemampuan membaca (bahasa) mewakili mata pelajaran sosial atau eksakta.

Selain peningkatan dalam kemampuan belajar, kecerdasan kinestetik juga bermanfaat dalam menyehatkan tubuh anak. Semakin banyak anak bergerak, peredaran darah akan semakin lancar, serta meningkatkan kinerja berbagai organ di dalam tubuhnya.

Banyak bergerak juga akan meningkatkan metabolisme tubuh anak, sehingga pembakaran energi di dalam tubuhnya menjadi lebih maksimal. Hal ini bermanfaat dalam membuat nafsu makan anak menjadi lebih tinggi, sehingga bisa memiliki asupan nutrisi yang mencukupi kebutuhan tubuhnya.

Cir-ciri Kecerdasan Kinestetik

Salah satu ciri khas anak yang mempunyai kecerdasan kinestetik tinggi, diantaranya adalah anak tidak bisa duduk diam dan juga mereka akan merasa selalu gelisah dan tidak nyaman ketika harus duduk lama. Meski duduk, mereka selalu saja menggerakkan anggota tubuhnya seperti menggoyangkan kaki, bermain pensil dan sebagainya.

Dan berikut adalah indikator lainnya:

🏆Selalu bergerak, tidak bisa diam dalam waktu lama
🏆Merasa gelisah ketika harus duduk lama.
🏆Mengekspresikan diri dengan gerakan tubuh.
🏆Mempunyai ketrampilan motorik yang baik.
🏆Suka membongkar mainan atau benda lain.
🏆Menunjukkan berbagai reaksi fisik ketika sedang belajar.
🏆Senang berolahraga.
🏆Pintar meniru gerakan atau perilaku orang lain.
🏆Suka menyentuh benda-benda yang baru ditemuinya.
🏆Sangat senang bermain dengan tanah liat atau plastisin.

Cara Menstimulasi Kecerdasan Kinestetik

Umumnya, anak dengan kecerdasan kinestetik yang tinggi lebih mahir dalam bidang olahraga, keterampilan dan seni yang menggunakan gerak tubuh seperti menari atau berakting. Ia juga mahir menggunakan instrumen/objek sehingga cocok bila menjadi seorang mekanik, ahli bedah, atau dokter gigi.

Lalu, bagaimana cara mengembangkan kecerdasan kinestetik pada anak?

✨Prinsip belajar: hands-on/active learning

Anak dengan kecerdasan kinestetik membutuhkan proses belajar melalui sentuhan, tindakan, gerakan dan aktivitas yang bersifat hands-on. Proses belajar yang pasif seperti duduk tenang mendengarkan atau mengamati membuat mereka cepat bosan. Mereka belajar melalui: (1) manipulasi objek dan benda-benda, (2) melakukan eksperimen dan tugas-tugas yang bersifat fisik, dan (3) menguasai suatu keterampilan melalui pengulangan (repetisi).

Berikut adalah beberapa cara untuk mengembangkan kecerdasan kinestetik pada anak:

✨Ajak anak untuk beraktivitas fisik.

Minta anak meniru gerakan Ayah Bunda. Aktivitas dapat berupa melakukan pekerjaan rumah seperti menyapu, mengepel, membersihkan tempat tidur, atau olahraga.

✨Berikan ruang dan waktu untuk bergerak.

Dan jangan lupa, letakkan barang-barang yang mudah rusak atau pecah di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak.

✨Ajarkan konsep-konsep atau pengenalan objek melalui gerakan.

Misalnya menjelaskan anggota tubuh dengan menunjuk atau memegangnya. Atau menjelaskan konsep ‘panjang’ dan ‘pendek’ dengan gerakan.

✨Bawa ke lingkungan atau tempat yang baru serta luas.

Ketika liburan atau ada waktu luang, Ayah Bunda dapat mengajak anak ke tempat yang memungkinkannya untuk bereksplorasi melalui gerakan atau memegang objek-objek di tempat tersebut, seperti di taman pintar, taman bermain, tempat olahraga, atau arena seni.

✨Rangsang anak melalui permainan yang membuatnya membangun atau memperbaiki sesuatu

Misalnya membuat istana dari pasir atau lilin, bermain balok, melipat kertas, atau menambal barang yang rusak. Ini memungkinkan anak belajar lebih intensif dibanding sekadar melakukan atau menirukan sesuatu.

✨Bantu anak mengeksplorasi hobinya, seperti mendorongnya berpartisipasi dalam kompetisi olahraga atau seni pertunjukkan.

Nah, itu dia bahasan tentang kecerdasan kinestetik. Semoga saya, dan ibu-ibu yang memiliki anak dengan tipe kecerdasan ini selalu mampu mengoptimalkan stimulasi hingga anak kite tumbuh dan berkembang dengan versi terbaik mereka. Amiinn.

Sampai jumpa di bahasan tipe kecerdasan lainnya ya!

Tons of love,

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Prev Post Next Post