Kondangan dan Liburan Colongan ke Jakarta [Part 1]

Kamis, 13 Oktober 20221 Comments
Blog post

Semenjak pandemi melanda di Maret 2020, kami belum pernah ke Jakarta. Padahal tadinya, paling tidak sebulan sekali kami pergi menengok mbah (bapak mertua). Makanya ketika Juli akhir kemarin Seno -adik bontot suami- nikah yuk ah cap cus. Kondangan sekalian liburan. Wohooo!

Tadinya sempet yang menyayangkan kenapa nikahannya tuh akhir Juli, yang mana anak-anak baruuu aja masuk sekolah. Kenapa nggak pas liburan kenaikan kelas aja jadi nggak usah ijin gitu loh. Tapi kata Seno justru ituuu, dia dan calon istrinya tuh sama-sama guru, yang mana kalau liburan akhir tahun malah sibuk PSB, penyusunan program, kurikulum lalala. Jadinya memang sengaja milih hari udah masuk sekolah.

Seperti biasa dalam urusan traveling alias pergi-pergi, suami yang ngurusin akomodasi. Sementara saya bagian menyusun itinerary sama packing-packing segala macem. Nah, perkara akomodasi kita cukup galau antara bawa mobil sendiri atau naik kereta.

Pertimbangannya, kalau naik mobil sendiri enaknya tentu fleksibel. Dan nanti di Jakarta pun enak kalau mau pergi kemana-mana. Tapiii, capek sih, terutama pak supir karena nggak ada yang bisa nggantiin. Hehe. Hehe.

Sedangkan kalau naik kereta anak-anak yang excited karena udah lamaaa banget nggak naik kereta. Terus enak, cepet, bisa tidur tau-tau sampe. Jadi mereka jelas pilih kereta, dan diperkuat dengan alasan, “Ammar kasian Bun belum pernah ngerasain naik kereta”. Sa ae dah bocah.

Apakah bisa ditebak akhirnya kita naik apa? Yak benaaar, naik kereta dan nanti di Jakarta mau nyewa mobil aja.

Perjalanan Kondangan dan Liburan Ke Jakarta

Kami naik kereta ekonomi Progo dengan keberangkatan sekitar jam setengah 6 sore. Jadi setelah Ashar langsung cus. Ke stasiunnya naik mobil yang akan dititip di stasiun selama 5 hari. LOL.

Jujur seneng banget banget akhirnya bisa mudik ke Jakarta, sekeluarga :”)

Perjalanan naik kereta lancar jaya. Setelah makan malam, anak-anak katawa ketiwi bercanda terus tau-tau pada pules aja. Sampai di stasiun Senen jam 12 malam dan hamdallah Sul -suaminya Nafi- udah sampai juga untuk menjemput kami ke Depok.

Dulu-dulu sih kalau ke Jakarta ya ke Kemayoran, tempat mertua. Cuma semenjak beliau nggak ada, rumah cuma ditempati Seno, si calon pengantin. Dan rumah Nafi di Depok belum pernah kita datengin, jadinya diputuskan bahwa kita mendaratnya di Depok, Dan lagi kita mau nyewa mobil pesantren. FYI Nafi dan suaminya kerja di pesantren tahfidz Griya Qur’an, Depok.

Kondangan

Sampai di Depok lanjut bersih-bersih terus tidur bentar karena harus bangun pagi-pagi buat ke tempat akad di kediaman mempelai perempuan di daerah Jatinegara. Niat awal dari Depok jemput Indri -adik suami juga- di Jagakarsa, terus ke rumah Kemayoran untuk kemudian berangkat bareng-bareng beserta rombongan. Tapi yha harap maklum ini kita nyiapin anak 3, terus Indri anaknya 2 masih batita semua. Jadi molor ya ges ya.

Di jalan koordinasi kalau kita langsung ke TKP aja, nggak jadi bareng rombongan. Ketemu di sana aja. Eh ternyata, malah kita yang sampai duluan. Akhirnya nunggu dulu karena kan nggak lucu kita rombongan pengantin laki kok dateng duluan, pengantinnya manaaa? Sambil nunggu dan menghilangkan kegabutan, akhirnya saya minta dimake up-in sama Indri. wkwk.

Nggak lama, rombongan dari Kemayoran sampai. Long stosy short, acara berjalan lancar dan penuh haru banget bnaget, karena baik Seno dan istrinya, sama-sama udah nggak ada orang tua. Banjir air mata deh :”). Semoga berjodoh dunia akhirat, saling melengkapi, saling mengisi.

Sakinah, mawaddah, warahmah yaaa Om Seno dan Tante Inuuun.

______

Cerita selanjutnya lanjut part II ya, biar nggak kepanjangan. Hihi

Tons of love,

1 Comments

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Prev Post Next Post