Panduan Memilih Vacuum Cleaner

4 Mei 20183 Comments

Dalam melakukan kegiatan bersih-bersih rumah, salah satu perkakas yang mungkin tidak wajib namun akan sangat membantu kalau memilikinya adalah vacuum cleaner, alias mesin penyedot debu. Jika kita menengok beberapa tahun ke belakang, mungkin kebanyakan rumah tangga tidak menyukai penggunaan mesin vacuum cleaner.

Hal ini kayaknya karena dua penyebab, yang pertama adalah harganya yang dahulu cukup mahal serta bentuk dan ukurannya yang cenderung tidak praktis.

Beda dengan sekarang, vacuum cleaner sudah tersedia dalam berbagai macam bentuk maupun ukuran. Selain itu harganya pun sangat bervariasi. Hal ini tentunya akan mempermudah para konsumen untuk memilih perkakas ini.

Ada yang lagi nyari vacuum cleaner untuk penggunaan pribadi atau atau buat usaha jasa bersih-bersih rumah? Yuk perhatikan dulu beberapa hal ini:

1. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah: mau tipe upright vacuums atau cylinder vacuum?

Mesin tipe upright vacuum merupakan salah satu yang paling populer karena kepraktisannya serta efektivitasnya yang tinggi dalam melakukan penyedotan debu-debu di area karpet.

Sementara mesin tipe silinder, walau tidak sepopuler upright memiliki fungsinya sendiri. Mesin tipe silinder ini tergolong ringan, padat, serta cocok untuk melakukan penyedotan debu di area tangga serta area-area kecil alias “sempilan” di rumah.

[ Baca juga: Kelebihan Setrika Uap ]

2. Pertimbangan kedua adalah mau beli yang dengan kantung atau tanpa kantung?

Kalau beli mesin yang memiliki kantung di dalamnya,  nggak bakal repot membersihkan mesin penyedot debu. Selain itu debu-debu rumah tangga akan lebih terisolasi di dalam mesin sehingga aman apalagi kalau di rumah ada yang alergi debu atau asma.

Kekurangan utama dari penggunaan kantung ini adalah mahal serta seringkali daya sedot berkurang kalau kantung yang ada di dalam mesin tanpa sengaja terlipat. 

Sementara mesin penyedot debu tanpa kantung bekerja dengan memanfaatkan peran filter. Kelebihan utamanya adalah lebih murah, lebih mudah dirawat, serta lebih mudah untuk mengecek barang-barang apa saja yang telah terhisap ke dalam mesin. Hal ini mungkin bermanfaat jika  kita secara tidak sengaja menghisap mainan anak yang berukuran kecil.

[ Baca juga: Mainan Anak, Beli atau Bikin Sendiri? ]

Namun kekurangannya tentu saja gampang berantakan dan sangat berdebu ketika kita ingin membuang sampah hasil hisapannya. Selain itu meski tergolong murah ketika membeli di awal, mesin ini justru mahal jika mengalami kerusakan.

3. Pertimbangan terakhir tentu saja terkait penampilan dan dana yang dimiliki.

Terkait penampilan alias penampakan mesin penyedot debu, sesuaikan saja dengan ketersediaan tempat penyimpanan yang ada di rumah. Jika rumahnya tipe minimalis, maka pilihlah mesin penyedot debu dengan ukuran kecil, simpel, namun performanya bagus. Sehingga selain menghemat tempat, juga bisa menjangkau area-area sempit di dalam rumah.

Terkait harga, ya pastilah pilih yang paling sesuai sama kantong kita. Rajin cari dan bandingin harga vacuum cleaner biar bisa dapat yang tampilannya kece, performanya oke dan harganya juga passs. 

Salam,

Nyak Rotun

3 Comments

  • Glentina Pasaribu

    7 Mei 2018 at 8:51 PM

    Hihihi.. jadi inget kalau saya punya vacum cleaner di rumah. Cuma sering dipakai pas awal-awal baru beli saja. Makin kesini makin jarang.
    Paling suami yang sesekali pakai untuk sedot sisa kotoran di mobil. Maklum anak-anak saya masih kecil-kecil. Gak bisa dihindari aktivitas makan di mobil.
    Hmm.. vacum cleaner saya tipe yg mana ya? Hahaha.. sampe lupa.

    Thanks sharingnya Mbak (“,)

  • Lidha Maul

    11 Mei 2018 at 3:33 PM

    Sampai sekarang belum kepikiran beli VC. Kalau lebaran, biasanya aku baru kepikiran tuh.
    Btw, nyak merefresh blognya. Keren. Bisikin ngevector dimana nyak.

  • Lima Artikel Istimewa Nyak Rotun – SanWa Journeys

    22 Maret 2019 at 6:08 PM

    […] Panduan Memilih Vacuum Cleaner […]

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Prev Post Next Post