Ingin Anak-anak Dekat dengan Ayahnya? Simak deh Tips dari Blogger Solo Ini.

16 Januari 201828 Comments
tips agar anak dekat dengan ayahnya

Tak semua ayah bisa langsung dekat dengan anaknya. Entah karena pola asuh, pembawaan diri yang kaku ataupun faktor lainnya. Bagaimana ya, agar anak-anak bisa dekat dengan ayahnya?

tips agar anak dekat dengan ayahnya

A Dad is someone who is his son’s first hero and his daughter’s first love.

Pasti pernah ya membaca kutipan di atas? Sayangnya, masa kecil saya amat jauh berbeda. Jika banyak anak perempuan di luaran sana yang sangat dekat dengan ayahnya, maka tidak dengan saya. Bahkan ada masanya saya sebel banget sama Bapak, demikian Ia biasa saya panggil.

Galak, bersuara keras, dan banyak kenangan yang kurang menyenangkan bersama Bapak. Saya tidak pernah diantar mengaji, dan harus berangkat sendiri tiap malam. Menerobos gelap dengan memegang obor dari daun kelapa kering. Saya pernah dimarahi habis-habisan karena bermain pacar kuku, yang mengotori baju saya. Kepala saya pernah benjol kena lemparan kayu, karena berkelahi dengan adik. Meski setelahnya, Bapak mengoleskan balsem dan memijitnya. Benjolan sembuh, tapi tidak dengan luka hati saya. Maka di benak kecil waktu itu, saya merasa Bapak tidak menyayangiku :”).

Bertahun kemudian saya baru sadar bahwa apa yang dilakukan Bapak, adalah bentuk kasih sayang beliau. Klasik ya, tapi memang begitulah pada umumnya kasih sayang seorang Bapak, katanya. Tak perlu banyak kata, tak perlu ciuman dan belaian kasih sayang. Tapi bentakan dan didikan yang keras, adalah bentuk lain dari kasih sayang mereka. Katanya.

Baca juga: Rotun si Anak Dusun

Sosok Ayah yang Lain

HIngga saat beranjak dewasa dan merantau untuk sekolah, saya kemudian melihat sosok-sosok ayah yang lain, yaitu ayah dari teman-teman saya. Sosok ayah yang begitu hangat, tak segan mengecup kening putrinya saat mengantar sekolah, begitu dekat hingga anaknya bisa curhat apa saja padanya. Tidak ada takut, malu dan ‘angker’ seperti saya melihat sosok Bapak saya sendiri.

Maka tak mengherankan bukan, jika kemudian saya bermimpi. Nantinya, saya menginginkan Bapak yang ideal bagi anak-anak saya. Yang akan menjadi pahlawan pertama bagi anak laki-laki saya, dan menjadi cinta pertama bagi anak perempuan saya. Tapi kemudian saya juga ngaca, memangnya saya calon ibu ideal macam apa?

Saya toh perempuan biasa yang dididik dengan tidak sempurna, penuh kekurangan di sana-sini. Maka akhirnya saya mencoba realistis. Bahwa seperti apapun suami saya nanti, yang jelas dia harus mau belajar bersama saya. Belajar menjadi orangtua yang baik dan bahagia, demi anak-anak kami.

Bukan perkara mudah mengubah wiring pengasuhan yang bertahun-tahun kami terima. Suami juga tak berbeda jauh, memiliki Bapak cenderung ‘dingin’ dan terkesan kaku pada anak-anak. Tapi sungguh saya angkat topi pada kemauan kerasnya untuk berubah. Menjadi Ayah yang menyenangkan, yang begitu luwes bermain dan bercanda bersama anak-anak.

Kenal dengan Mba Ety Abdoel

Ya, kami memang belajar banyak. Dari mana saja. Dari bacaan, dari seminar pengasuhan, atau dari teman-teman kami.

Salah satunya, Mba Ey Abdoel, blogger Solo yang padanya saya banyak belajar tentang menjadi orangtua yang baik. Saya pertama kenal Mba Ety dari blog, dengan saling berkunjung. Ingeeet banget, awal-awal  ngeblog Mba Ety sering berkunjung dan komen di blog saya. Jadi semacam booster yang efektif bagi saya yang masih newbie di dunia perbloggeran. Pas pertama pindah ke TLD, saya inget komen Mba Ety yang bikin semangat saya melambung.

“Duuuh, blognya makin kece nih. Siap-siap banyak penggemarnya nih Nyak Rotun”.

Duh ya, dikunjungin sama blogger senior aja udah seneng banget, apalagi ditambah komen yang bikin hati menghangat :’)

Apalagi ternyata kemudian, saya dan Mba Ety tergabung dalam grup arisan link Blogger Perempuan. Kamipun makin dekat dan akrab di Geng Ijoek, demikian kami mentasbihkan grup 4 tersebut. Udah sering kan dengar tentang kami? Ahahaha, pede abis deh xD.

Baca juga: Profil Mugniar Marakarma

Pada blogger senior seperti Mba Ety, saya belajar tentang banyak hal. Tentang seluk beluk blogsphere, tentang manajemen waktu, juga tentang keluarga termasuk pengasuhan anak-anak di dalamnya. Blognya yang beralamat di www.etyabdoel.com memang paket komplit. Karena bertemakan lifestyle, maka banyak hal yang Mba Ety share di sana. Mulai dari dunia perempuan, family & parenting, blogging & sosial media, hingga aneka tips & tutorial.

Salah satu halaman di blog Mba Ety Abdoel

Tips Agar Anak Dekat dengan Ayahnya

Di salah satu postingan yang berjudul Menjadi Ayah yang Menyenangkan, blogger yang pernah mendapat predikat Blog of The Month (BToM) dari KEB ini sharing seputar tips agar seorang ayah bisa dekat dengan anak dan menjadi sosok yang menyenangkan. Ada 9 tips di sana, yang saya coba rangkum sebagai berikut:

1. Ikhlas

Kunci yang paling penting menurut Mba Ety adalah keikhlasan. Soalnya namanya ayah, biasanya sudah capek kerja seharian, belum lagi berjibaku dengan kemacetan jalanan sepulang kerja. Jadi menjaga mood untuk tetap oke saat ketemu dengan anak-anak  memang nggak mudah. Tapi kalau ikhlas, insyaAllah secapek apapun urusan pekerjaan, pas pulang dan ketemu anak-anak pasti akan dapat energi baru. Makan malam bersama, dilanjutkan ngobrol ringan dan juga bercanda pasti sangat menyenangkan. Makanya menurut Mba Ety, suaminya suka sedih jika pulang kemalaman dan nggak sempet ngobrol sama anak-anak. Sebagai gantinya, Ia akan mencium anak-anak dan melangitkan doa-doa terbaik untuk mereka.

2. Hadir Utuh

Fisik, juga hati.

Fisiknya ada, ngejogrok, tapi asik sendiri sama gadgetnya, ya apa gunanya dong? Anak-anak butuh lebih daripada itu. Mereka butuh ayah yang bukan hanya bersama mereka, tapi membersamai mereka. Hadir ini bisa dalam berbagai aktifitas, kata Mba Ety. Menyapa dan ngobrol di pagi hari, menjadi partner belajar anak, bermain dan bercanda bersama mereka. Biasanya kalau main sama ayah pasti seru, karena nggak jauh-jauh dari kegiatan fisik ya. Kejar-kejaran, gulat, dan entah main apa aja yang selalu bisa bikin anak-anak tertawa lepas dan jejeritan :D.

Tips anak-anak dekat dengan ayahnya
Suami Mba Ety Abdoel dan anak-anaknya

Hadir ini bisa juga dengan mengantar dan menjemput sekolah. Hmm, yang ini mengingatkan saya ke Wafa sih. Dia selama sekolah bisa dihitung dengan jari deh diantar dan dijemput bundanya, hihi. Anak ayah dia mah, udah gitu alhamdulillah memang kerjaan ayahnya deket, jadi bisa banget setiap hari mengantar dan menjemput dia sekolah. Semoga akan menjadi kenangan indah ya, Kak :).

3. Ngedate

Ugh! Pergi bersama ayah, tanpa mengajak ibu, itu membangun bonding banget loh. Dan menurut Mba Ety, dengan bepergian tanpa ibu, maka ayah akan semakin mengenal anak-anaknya. Belajar mengurus anak dengan tangannya sendiri tanpa bantuan istri. Bahkan suami Mba Ety terbiasa mengajak mudik anaknya bergantian. Misal tahun ini sama anak pertama, tahun besok sama anak kedua. Tanpa Mba Ety tentunya. Keren ya. Kalau suami saya masih skala tipis-tipis sih, paling pergi berdua kemana gitu, nggak terlalu jauh dari rumah. Mungkin nanti kalau anak-anak sudah agak besar bisa kebih enak ngedate berdua dengan salah satu anak. Eh tapi pernah saya tinggal ke Makassar dua hari. Dia bertiga aja di rumah, bersama dua balita, hihi.

4. Menjadi Teladan

Seorang ayah yang memberi teladan baik, akan membuatnya berwibawa. Membuat anak-anak respect dan hormat kepadanya. Merasa tenang dan tak perlu jauh-jauh mencari sosok yang mampu melindungi dan menyayangi mereka dengan sepenuh hati. Pun, layaknya sponge, mereka akan menyerap perilaku baik ayahnya dan menirunya di kehidupan mereka. Children see, children do.

Ada banyak cara agar anak-anak dekat dengan ayahnya. TInggal kita sebagai orang tua, mau atau tidak mengupayakannya. Kalaupun masih ada hambatan seperti merasa tak terbiasa, atau beban innerchild yang tidak pernah dekat dengan orangtuanya, tidak udah berkecil hati dan patah semangat. Semuanya butuh proses dan tentu saja dukungan dari sang ibu. Lakukan tips dari Mba Ety ini sedikit demi sedikit, hingga insyaAllah nantinya akan terbiasa.

Tips anak-anak dekat dengan ayah
Mba Ety Abdoel dan suaminya

Terakhir, saya merangkum kata-kata Mba Ety:

Jika ayah menjadi pribadi yang menyenangkan, pasti anak-anak akan dekat dengannya. Jika sudah dekat, maka akan terjalin komunikasi dan hubungan yang hangat. Anak akan terbuka, percaya sepenuhnya pada orang tua. Menceritakan apa saja dengan nyaman, tanpa takut dan sungkan Dan kalau sudah begini, pastinya akan lebih mudah bagi kita untuk mengontrol perilaku mereka, bukan?

Kalian, ada yang punya tips lain agar anak-anak dekat dengan ayahnya? Yuk, share di kolom komen^^

Ety Abdoel (Blogger Solo)

Blog: http://etyabdoel.com

FB: Ety Handayaningsih

Instagram/Twitter: @etyabdoel

Salam,

Nyak Rotun

28 Comments

  • Ety Abdoel

    17 Januari 2018 at 9:55 AM

    Nyaaak..dikau bikin hatiki meleleh..makasih yaaa.
    Kapan pindah ke Jawa? Biar bisa kopdar kite.

    1. Rotun DF

      17 Januari 2018 at 9:58 AM

      Sama-sama Mbakkuu, semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk para ayah dan calon ayah :’)
      Minta doain yang kenceng ya Mba semoga bisa segera pindah ke Jawa.

  • lendyagasshi

    17 Januari 2018 at 12:54 PM

    Tips agar dekat dengan Ayah…
    Tiap Sabtu Ahad, mamanya keluar rumah mencari ilmu…wkwkwk…jadi kerjasama sama Ayah buat jagain anak-anak.

    Dan ini efektif banget.
    Anak-anak selalu bilang “Sama Abi lebih menyenangkan daripada sama Mama.”
    Errgghh….

    1. Rotun DF

      17 Januari 2018 at 3:48 PM

      Ah iyaa, aku juga begini Len. Cuma harus berlapang dada saat pulang ke rumah dan uwow, seperti kapan pecah! Ahahahaha

  • Lidha Maul

    17 Januari 2018 at 1:47 PM

    Hatiku menghangat, setelah liat mbak ety maen aer sama suaminya.
    Dulu, sebelum menikah aku senang sekali liat bapak-bapak muda yang mau main sama anak-anaknya.
    Teduh sekali rasanya.
    Sekarang, setelah menikah aku bertambah senang melihat adegan ayah-anak, karena saat si ayah bermain bersama si anak, saat itulah saat me time bagiku.

    1. Rotun DF

      17 Januari 2018 at 3:50 PM

      Setujuuu. Cukuplah kita mendengar gelak tawa mereka sambil glundang glundung di kasur ya Mba, ehehehe.

  • Ipeh alena

    17 Januari 2018 at 9:10 PM

    Hadir secara utuh. Bener banget, apalagi kalau lelaki kan sulit multitasking. Jadi kalau udah di depan gadget dekat anak kasian jadinya. Karena ga ada percakapan dan bonding ya, Nyak. Ah, pantes Mak Ety awet muda, romatisme sama pasangannya masih terus ya. Baiklah…kucatat #eeaa

    1. Rotun DF

      14 Februari 2018 at 4:02 PM

      Dicatat dan jangan lupa dipraktekin, Peh. Ihiiirrr.

  • ranselusang

    25 Januari 2018 at 4:01 PM

    kalo membaca ini jadi inget masa kecil dan masa tumbuh kembang tanpa ada seorang bapak yang mendidik. entah mau gimana bercerita. Jujur aku sendiri sangat jauh sekali hubungan dengan bapak. berbeda dengan saudara saudara perempuanku. Sikap bapak yang dingin tanpa ada kata sedikit pun. sesekali bertanya itu pun sesuatu yang mendesak dan penting sekali.

    Tapi aku tidak pernah membenci, melainkan ingin bisa menjadi bapak yang bisa lebih peka dan dekat dengan anaknya kelak jika aku sudah menikah. amin

    terima kasih kak atas sharing nya
    salam kenal

    1. Nita mbul

      14 Februari 2018 at 10:48 AM

      Mbrebes mili bacanya

    2. Rotun DF

      14 Februari 2018 at 4:04 PM

      Salam kenal kembali, Mas. Memang kadang ada bapak yang seakan menjaga jarak dengan anak laki-lakinya. Sebagian katanya ingin anaknya tegar dan mandiri, padahal bukan begitu cara yang kita mau ya.
      Semoga Mas bisa memperbaiki hubungan dengan bapak, dan keinginannya bisa tercapai. Amin 🙂

  • Ndy Pada

    25 Januari 2018 at 8:42 PM

    Aku dulu dibesarkan di keluarga dengan sosok ayah yang sangat disegani. Dengar ayah berdehem saja langsung takut. Walaupun sangat disegani, ayah saya adalah cinta pertama saya. Seperti pepatah tadi. Hehe..

    1. Rotun DF

      14 Februari 2018 at 4:05 PM

      Hihi, banyak yang begitu Kak. Kalau bapak saya marah, ibu suka bilang mirip petir di siang bolong. Huhuu

  • Rach Alida Bahaweres

    26 Januari 2018 at 10:09 AM

    Aku alhamdulillah senang punya suami yang sangat dekat dengan anak-anak, mba. Karena memang menurutku penting ya agar anak juga bisa belajar dengan sudut pandang lain. Sebagai seorang ibu kadang sih agak cemburu lihat kedekatan suami dan anak. Hahhaa. Tapi alhamdulillah skarang disyukuri 🙂

    1. Rotun DF

      14 Februari 2018 at 4:06 PM

      Ah iyaaa bener banget Mba. Lha anakku itu kalau ayahnya pulang dia yang paling sibuk. Mbukain pintu, ngambilin minum, ckckck, emaknya merasa tersaingi. Wkwkwk.

  • Astin Astanti

    26 Januari 2018 at 12:31 PM

    Mbak Ety saya kenal melalui blognya saja, belum pernah ngobrol intim, eh gimana. Heheee, suka juga baca blognya Mbak Ety dan si Nyak Rotun…semuanya pasti ingin ya, anak-anak deket dengan ayah. Tipsnya oke banget, Nyaak. Saya perhatikan, suami saya juga suka melibatkan anak-anak dalam aktifitasnya di rumah. Contohnya nich, saat suamiku mau keluar beli lauk kek, beli apa kek, pasti dia mengajak anak-anak, trus saat suamiku jadi tukang di rumah karena permintaan istrinya yang cerewet ini, anak-anaknya nimbrung, suamiku gak pernah usir, tapi bilang hati-hati ya, kalau berkenaan dengan hal yang membahayakan. Intinya mah, jangan membuat anak merasa sungkan dan rikuh berdekatan dengan bapaknya. Jadi panjang komen ku, oh nooo..

    1. Rotun DF

      14 Februari 2018 at 4:08 PM

      MasyaAllah, so sweet banget ya Mba. Bahagia banget pastinya kalau ayah menjadi sosok yang hangat buat anak-anak^^

  • HM Zwan

    14 Februari 2018 at 10:42 AM

    Makasih tipsnya Mbk…
    Anakku baru usia 2 tahun, alhamdulillah deket sama bapaknya..kalo libur pasti jalan2 sore berdua,ibunya g diajak hehe

    1. Rotun DF

      14 Februari 2018 at 4:09 PM

      Mayan ya Mba, ibunya bisa me time. Goler-goler di rumah sambil nyemil cantik, hahhaha

  • Nita mbul

    14 Februari 2018 at 10:46 AM

    Aku juga suka mampir di blog mb ety abdul hihi, walau seringnya jadi silent reader, tapi pengen ikutan nyimak ilmu yg sering dishare di blog belio
    Orangnya baik hati ya ^^

    Nahhhh klo sesuai tema di atas, kebetulan krena awal rempong lairan SC justru Pak su yang lebih gape ngurus beby mb wakakkak, sampe deseu nywbut klo dirinya ibaratnya uda titisan bidan wakakkakaka…
    Trus aku malah blajar mandiin, bedong, gendong beby dari pak su..soalnya pak su lebih luwesan dari aku
    Nah klo sekarang karena uda normal lagi alias uda pulih sesiangn beby ma aku
    Malem gantian deh lengkete sama bapake wkwkkw

    1. Rotun DF

      14 Februari 2018 at 4:11 PM

      (((titisan bidan)))
      Hahahhaa, aya aya wae sih Mbuuuul >,< Beruntung banget dirimu punya paksu yang udah terampil ngurus baby. Kompak terus yaaa

  • Anggi

    14 Februari 2018 at 10:48 AM

    Setuju banget sama sarannya.
    Walaupun ga semua pria memenuhi kriteria tersebut.

    Karena masih banyak pria yang hanya siap jadi suami, tapi belum siap jadi Bapak.

    Oleh sebab itu, bijak lah saat memilih pacar.

    Seleksi dgn teliti 😀

    1. Rotun DF

      14 Februari 2018 at 4:12 PM

      Iya Mbaa, setujuuu. Bahkan dimulai dari pencarian calon ayah ya. Noted banget nih^^

  • Amallia Sarah

    14 Februari 2018 at 7:19 PM

    Alhamdulillah Rayyan juga Deket nih mbak sama ayahnya…

    1. Rotun DF

      15 Februari 2018 at 8:27 PM

      Masya Allah 🙂

  • zahra

    15 Februari 2018 at 5:02 PM

    Karena anakku masih bayi caranya ndeketin sama ayahnya minta tolongin mandiin, gantiin popok, ngajak main atau jalan2 pagi. Mayanlah emaknya bisa ngelurusin punggung bentaran

    1. Rotun DF

      15 Februari 2018 at 8:29 PM

      Alhamdulillah ya Mba, bisa sekalian me time 🙂

  • Bang Day

    9 September 2018 at 3:45 PM

    Trims ulasannya. Jadi cermin untuk saya sendiri. Smg saya belum terlambat menjadi ayah yang menyenangkan bagi 4 putra/i sayah

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Prev Post Next Post