Workshop Content Creator #SahabatKeluarga Kemdikbud: Belajar Menulis Esai dan Membuat Film

Kamis, 27 Desember 201834 Comments
Blog post

Demi ikut workshop content creator #SahabatKeluarga Kemdikbud ini, untuk pertama kalinya saya ninggalin anak paling lama. Berapa hari emang? 3 hari 2 malem doang sih, wkwk.

Tapi seumur-umur punya anak paling lama pergi yaa sehari semalam lah mentok. Dan ternyata wow seseru dan sehepi itu sampai lupa telpon anak dong. LOL.

Sebenernya pas Mak Indah Julianti (Makmin KEB, saya biasa panggil Makpuh) share undangan acara ini di grup Facebook, saya agak ragu. Soalnya syaratnya adalah membawa satu anak usia SD atau yang udah bisa baca tulis. Terus Ayyas gimana nanti? Kebayang dia di rumah nggak ada bunda dan kakaknya, bisa mati gaya deh.

Bujuk-bujuk, dan akhirnya dia bersedia ditinggal dengan syarat pulangnya minta beliin hotwheels 😐

Dan ternyataaa, H-2 dapet email konfirmasi kalau acaranya nggak jadi bawa anak. Duh yaa, gantian deh bujukin Wafa yang mewek karena nggak jadi ikut.

“Aku kan udah seneng banget Bun mau jalan berdua Bunda”.

“Coba Bunda tanyain, kenapa kok nggak jadi bawa anak. Aku sedih banget nih”

Hiyaaaahh, panjang deh, meski akhirnya rela juga dia ditinggal bundanya, hihi.

Maka Bismillah, saya pun berangkat.

Workshop Content Creator DAY 1: Registrasi dan Pembukaan

Acara Sapa Sahabat Keluarga Kemdikbud angkatan II ini diadakan pada tanggal 18-21 Desember 2018 di Hotel Jayakarta, Yogyakarta dengan peserta para bloger Yogya-Solo dan sekitarnya.

Saya tentu masuk ke dan sekitarnya itu yaaa. Alhamdulillah sejak pindah Kebumen jadi punya akses buat ikutan event dan ketemu temen-temen bloger yang selama ini kenal di dunia maya aja.

Di grup WA #SahabatKeluargaYogya yang baru dibentuk, Makpuh sudah mewanti-wanti kalau registrasi dimulai jam 4 sore. Tapi ternyata apa daya, bus Karya Sari yang saya naiki, telat datang dan baru masuk terminal Giwangan di jam 4. Bergegas, saya pesan Grab dan meluncur ke hotel.

Syukurlah acara pembukaan dilaksanakan jam 7 bakda makan malam. Jadi saya masih ada waktu banyak buat unpacking, mandi dan sempet jalan juga ke TransMart Yogya yang letaknya persis di seberang hotel.

Oiya, saya sekamar sama Mba Utie, bloger asal Jakarta yang lagi ada kunjungan ke Yogya, jadi sekalian deh daftar untuk acara ini.

It take a village to raise a child

Pernah dengar program jam belajar masyarakat? Saya pernah. Saat saya di Jakarta dulu, banyak spanduk di gang-gang Jakarta tentang program ini, yang menghimbau para orang tua untuk mendampingi anak-anak belajar di jam 7-9 malam.

Nah, di acara pembukaan workshop content creator ini saya tercerahkan banget bahwa ternyata banyak loh program pemerintah untuk melibatkan masyarakat dalam proses pendidikan anak. Because it takes a village to raise a child.

Pendidikan anak nggak cuma berhenti di sekolah, atau di rumah. Tapi juga masyarakat yang dituntut untuk menciptakan lingkungan yang ideal untuk membentuk anak yang berkarakter.

Ambil contoh kabupaten Kulon Progo, yang berani untuk menolak iklan rokok di daerahnya. Jadi nggak ada tuh, spanduk rokok, baliho ataupun sejenisnya. Selain itu mereka juga serius memajukan ekonomi warganya.

Alfamart dan Indomart tidak boleh memperpanjang izin, dan selanjutnya malah diakuisisi oleh pemerintah setempat dan keuntungannya digunakan untuk kesejahteraan masyarakat.

Atau kabupaten Sleman yang sudah konsisten memberlakukan jam belajar masyarakat. Yang punya anak serius mendampingi, yang nggak/belum punya anak berperan menjaga lingkungan untuk tetap kondusif.

Dan jika di daerah situ ada guru, maka berperan aktif untuk membentuk kelompok belajar untuk membantu anak atau orang tua yang ada kesulitan dalam pelajaran.

So cool!

Optimis banget saya, kalau ini bisa diduplikasi oleh daerah lain di Indonesia, ke depannya generasi dan masyarakat bangsa ini akan maju bersama. Bukan hanya cerdas, tapi juga berkarakter :”).

Oiya, acara pembukaan ini digabung dengan workshop evaluasi program pendidikan keluarga yang dihadiri oleh dinas terkait, penilik dan pendidik dari perwakilan daerah seluruh Indonesia.

Jika mereka berperan aktif dengan terjun langsung di masyarakat, maka bloger diharapkan berperan aktif dalam menyediakan konten yang baik dan mendidik, salah satunya dengan mengirimkan tulisan ke laman sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id

Workshop Content Creator DAY 2: Belajar Menulis Esai bersama Gol A Gong

menulis esai bersama gol a gong

Pertama kali saya mendengar tentang Mas Gol A Gong dari cerita istrinya, Mba Tias Tatanka di buku beliau: Ini Rumah Kita. Juga para punggawa FLP (Forum Lingkar Pena) yang sering bercerita tentang beliau yang begitu serius menggarap literasi dengan mendirikan Rumah Dunia.

Meski begitu, tetap beda rasanya ketika mendengarkan langsung dari Mas Gong.

Tentang masa kecilnya yang begitu beruntung karena ditempa dengan pompaan semangat dari emak dan bapaknya.

Bagaimana saat Mas Gong kecil harus rela diamputasi tangan kirinya karena insiden jatuh dari pohon, tapi bapak selalu mengajaknya ke Pasar Senen, menjejalinya dengan buku dan komik. “Bacalah banyak buku, agar kamu lupa kalau kamu cacat”, pesan beliau.

Bapak juga rajin mengajak Mas Gong ke alun alun kota Serang untuk berolahraga. Agar tubuh sehat, dan jiwamu kuat.

Juga emak selalu menanamkan pada Mas Gong bahwa, “Tubuh kamu boleh cacat, tapi jiwamu tidak”.

Dua hal itu, membaca dan berolahraga, Mas Gong jalani dengan serius hingga berbuah manis.

Dengan olahraga, beliau menjadi juara badminton pada PON cacat se Indonesia pada tahun 1985 (saya baru lahir!), bahkan menjadi juara badminton cacat se-Asia Pasifik di tahun berikutnya.

Dan dengan membaca, beliau berkeliling Indonesia, mengunjungi 20 negara, dan berhasil menelurkan 125 buku! Masya Allah :”).

Membaca itu sehat, menulis itu hebat.

Pesan ter jleb dari Mas Gong, “Jangan pernah menulis tanpa membaca. Karena menulis itu proses mambaca satu kali, dua kali, dan seterusnya..”

Camkan itu Nyak, camkan!

Dan ya, seperti yang banyak penulis katakan tentang awal mula menulis: berangkatlah dari kegelisahan. Mas Gong mencontohkan tentang politik, ruang publik, korupsi, atau kemiskinan.

Nah, saat tema atau ide sudah ada, selanjutnya adalah kita melakukan riset. Katanya, tak ada tulisan yang berkualitas tanpa riset yang berkualitas. Duh ya, tertampol lagi akutuuu.

Setelah riset, maka go! Tulis esaimu.

Mas Gong menyarankan untuk menulis esai menggunakan point of view “aku” sehingga tak terkesan menggurui.

Saat praktek, saya termasuk 7 peserta yang maju paling cepat untuk memperesentasikan esai yang sudah ditulis. Tapi ternyata masih ada beberapa kekeliruan, euy.

Nggak papa, semangat belajar!

Untuk teori lengkap dan tips menulis esai dari Mas Gong, udah dituliskan lengkap banget sama peserta lain. Salah satunya bisa dibaca di postingan Mba Carra ya: Belajar Menulis Esai Bersama Gol A Gong.

DAY 3: Belajar Membuat Film Bersama M. Iqbal (Film Maker Muslim)

Jika materi esai dari Mas Gong peserta workshop content creator dikasih teori dulu baru praktek, maka di materi membuat film bareng Mas Iqbal ini kebalikannya.

Oiya pas praktek ini sebenernya masih masuk hari kedua sih. Selesai materi esai dan makan siang, kami diajak ke Tebing Breksi untuk mencari konten.

Haduh, biasa bikin video kontennya paling anak-anak, terus tiba-tiba suruh nyari konten video yang temanya: BEBAS.

Asli langsung blank, wkwk. Dan blanknya berjamaah pula satu kelompok. Iya, jadi kita dibagi jadi 7 kelompok dengan masing-masing anggota 5-6 orang. Walhasil pas besoknya presentasi, kelompok saya paling gitu deh, huhuuuu.

Mas Iqbal dari Film Maker Muslim menjelaskan komplit plit bagaimana tahapan membuat film. Panjang banget jugaaak, dan jujur banyak istilah yang baru pertama kali denger, hihi. Tapi overall seruuuu, apalagi pas nobar film pendek CInta Subuh.

Saya notice Film Maker Muslim pas mereka menjadi salah satu peserta Youtube Creator for Change. Kereeen. Dan akhirnya pas malam, saya todong Mas Iqbal buat cerita kok bisaaa akhirnya mereka bisa dipilih. Intinya, the power of content ya. Bagaimana mereka konsisten membuat konten yang bukan hanya berkualitas, tapi juga bermanfaat.

Mau tau video-video mereka? Cuss search aja di Youtube: Film Maker Muslim.

It’s a Wrap!

Sekitar jam 12 siang, acara workshop content creator ditutup dengan pesan dari perwakilan kemdikbud. Dan segera, para blogger ditunggu untuk aktif mengirimkan tulisan tentang keluarga dan parenting ke laman sahabat keluarga. Kalau kalian berminat juga, bisa banget loh. Kirim aja tulisannya ke: sahabatkeluarga@kemdikbud.go.id.

Pssst, tulisan yang lolos seleksi dan ditayangkan akan diberikan imbalan/honor loh ;).

Aaaanddd, it’s a wrap. Rasanya nggak akan cukup dituliskan di sini sih sebegitu bersyukur dan terkesannya saya sama acara ini.

Bisa ketemu temen-temen bloger yang seru, ketemu makmin KEB, Makpuh yang ngemong dan Mak Lusi yang lembut (maap kalau aku brisik mulu ya Maaak, hahaha). Bahkan bisa ketemu Makpon Mira Sahid yang selama ini kukagumi ketangguhannya.

Ketemu cikgu creative writing #NgeblogPro Mba Carolina ‘Carra’ Ratri (I adore you, Mba. So much!), ketemu member #GengIjoek Mba Ety Abdoel. Yaampun yaampun yaampuuun, super hepi!

Saya, Mba Carra dan Mba Ety

Juga bisa ketemu pemateri yang keren banget, plus semua ilmu yang mudah-mudahan bisa

saya praktekkan sebaik-baiknya.

Aduh ini ngapa jadi kaya ucapan terimakasih di skripsi sih. LOL.

Pokoknya, terimakasih banyak kemdikbud, KEB dan semua pihak yang telah menyelenggarakan acara ini.ttttt

Masya Allah, alhamdulillah.

P.S: Foto-foto by: Fuji Rahman Nugroho dan Ardian Kusuma

34 Comments

  • siti hairul

    Kamis, 27 Desember 2018 at 8:05 PM

    rasanya euforia kumpul tiga hari kemarin masih kerasa sampe sekarang. Padahal udah seminggu yak. Mudah2-an tahun depan ada lagi. aamiin.

  • arry wastuti

    Jumat, 28 Desember 2018 at 9:41 PM

    Nyak….nyak….aye belon kesebut di skripsinya Nyak…. *yaelah, sape luuuu :))))

  • Mas Nuz

    Sabtu, 29 Desember 2018 at 5:28 AM

    Saya suka paragraf terakhir lho.
    Sebab tak banyak bloger yg berterima kasih kpd tuan rumah/pengundang.

    Satu nilai yg kini kayaknya kurang nganu gitu. Batewey basewey seneng dapat kenalan emak² bloger baru. Baru kopdar dan baru kenal maksudnya.

    Hejhejhej…

  • Christanty Putri Arty

    Sabtu, 29 Desember 2018 at 8:44 AM

    Saya setujuJ banget dengan pendapat ini “jangan pernah menulis tanpa membaca. Karena menulis itu proses mambaca satu kali, dua kali, dan seterusnya..”

  • Ety Abdoel

    Sabtu, 29 Desember 2018 at 8:48 AM

    Untung jadi berangkat, jadi bisa ketemu Nyak Rotun. Belajar dari Gol A Gong dan bikin film. Eniwe, makasih gorengannya ya Nyak, qiqiqi

  • Dini Rahmawati

    Minggu, 30 Desember 2018 at 3:32 PM

    Nyaakk… Aku inget ceritamu tentang anak anak TKW di daerahmu. Salam dan peluk buat mereka yaa… Kuyakin dirimu pasti bisa bikin sesuatu yg keren bareng mereka.

  • Siti Faridah

    Kamis, 10 Januari 2019 at 3:43 AM

    Seru banget ya acaranya. Andaikan di Semarang ada acara kayak gini juga. Btw, seneng banget ya bisa meet up sama blogger-blogger keren dan dapat banyak ilmu.

  • Rani R Tyas

    Kamis, 10 Januari 2019 at 7:40 AM

    Lho Nyak Rotun yang sudah terkenal aja bahagia ketemu para bloger senior nan humble. Apalagi aku, semisal ketemu bakal norak dhewe mungkin. Hmm.. Nulis essai itu yang kayak gimana sih Nyak?

  • herva yulyanti

    Kamis, 10 Januari 2019 at 11:19 AM

    Keren acaranya pantesan Nyak rotun mpe lupa nelepon anak wkwkwk..
    btw aku salfok sama daerah Kulon Progo dan Sleman keren betul ya sampe berani untuk tolak baligo rokok bahkan minimarket juga diakuisisi duh semoga nular dah ke daerah aku ni

  • Diyanika

    Kamis, 10 Januari 2019 at 11:20 AM

    Meskipun kelompok Nyak yang paling gitu deeeeeh, tapi aku percaya ilmunya justru sangat nendang dan bakalan jadi ilmu yang bermakna bagi, Nyak.

  • Cindy Vania

    Kamis, 10 Januari 2019 at 2:43 PM

    Padat ilmu banget ini 3 harinya. Senang deh bacanya. Aku lihat konten video beberapa blogger yang hadir. Cakeep

  • Kartika Nugmalia

    Kamis, 10 Januari 2019 at 4:28 PM

    Padat, manfaat, dan membuka pikiran. Aku aja yang cuma baca artikelnya udah berasa dapet ilmunya loh. Banyak hal yang memang kudu terus diasah jika kita mau fokus sama satu hal. Salut sama mas Golagong, menulis itu harus membaca…membaca…membaca. Ah aku seperti ditampar bolak balik

  • Ainhy Edelweiss

    Kamis, 10 Januari 2019 at 5:13 PM

    Baca tulisan ini berasa ikut juga mengikuti kelas menulis essay dan membuat filmnya, pengen ah kemendikbud juga mengadakannya di Makassar #kodekeras

  • Keke Naima

    Kamis, 10 Januari 2019 at 5:47 PM

    Pantas lupa nelpon anak karena acaranya seseru itu hahaha. Ini mah pulang-pulang bawa ilmu yang banyak. Saya noted untuk tipsnya, harus banyak membaca, ya

  • Hidayah Sulistyowati

    Kamis, 10 Januari 2019 at 9:46 PM

    Ya Allah aku envy loh pengen ikutan acara ini, sayang nggak tahu daftar nya di mana. Di WAG sih ada yang nanya, pada daftar gak workshop Kemdikbud di Jogja. Tapi barengan juga sih tanggal segitu ada acara di Solo. Semoga ada workshop nya lagi tahun ini, mupeng ikutan

  • Noorma Fitriana M. Zain

    Kamis, 10 Januari 2019 at 9:54 PM

    seneng banget ya Nyak bisa kumpul dan belajar bersama..

    mana ada mas Nuzulul, apakbar?
    mbak ety Abdoel… apa kabar mba?

  • Lidya

    Jumat, 11 Januari 2019 at 5:49 AM

    seru ya bisa belajar bareng juga ketemuan temen-temen blogger, tinggal dipraktekkan ya hasilbelajar menulis esainya

  • Nia K. Haryanto

    Jumat, 11 Januari 2019 at 6:10 AM

    Keren banget eventnya. Banyak ilmu baru yang belom banyak orang tahu. Dari ahlinya pula. Mana sambil ngumpul dan seseruan bareng temen pula. Andai ada juga di Bandung. 😀

  • Ida Tahmidah

    Jumat, 11 Januari 2019 at 6:35 AM

    Wah acara keren nih kusuka semua materiny coba di Bandung ada acr seperti ini ya..

  • Utie adnu

    Jumat, 11 Januari 2019 at 7:07 AM

    Kurang waktunya ya buat kumpul sama blajar,, walaupun hrs Naik k lantai 5, setelah ini jd semangat bikin video yg keren

  • Nyi Penengah Dewanti

    Jumat, 11 Januari 2019 at 7:35 AM

    MasyaAllah Nyak, aku gemes sama event ini. Ndaging penuh ilmu dan super duper keren.
    Semoga ada lagi, dan aku bisa ikutan. Heheheh aku butuh semua yang dishare itu hahahah

  • Noe

    Jumat, 11 Januari 2019 at 7:35 AM

    Kyaaa aku galfok sama leptopnya kyaaaa, dirimu jd 2x labih bersinaaar. Mumumuaach. Btw, beruntungnya belajar sama Gol A Gong. Rumahku dekaat sama Rumah Dunia. Sini main

  • Mama Karla

    Jumat, 11 Januari 2019 at 7:44 AM

    Ah, aku udh lama gk sowan ke rumah dunia nih, pdhl dg ketemu Gol A Gong aja rasamya udh dpt suntikan semangat, apalagi klo workshop beginiii.

  • Nurul Fitri Fatkhani

    Jumat, 11 Januari 2019 at 7:58 AM

    Asyiknya bisa ikutan acara bagus seperti ini. Tapi memang harus ada pengorbanan dulu ya.,. ninggalin anak beberapa hari.
    Eh tapi ilmu dari pematerinya bermanfaat banget, Gak rugi ikutan ya, Mbak 🙂

  • Cerita Dunia Anak

    Jumat, 11 Januari 2019 at 8:06 AM

    Aku belum pernah berani ninggalin anak sampai lebih drai satu hari, tapi memang segala sesuatu membutuhkan pengorbanan ya. Ini acaranya pasti bermanfaat

  • Rizka Edmanda

    Jumat, 11 Januari 2019 at 8:19 AM

    Ah itu seru banget bisa belajar di tebing breksi, hehe. Beruntung ya bisa ikutan acara bagus kayak gini.

  • indah nuria

    Jumat, 11 Januari 2019 at 8:28 AM

    asyik bangeeet ini yang kumpul bareng dan berbagi ilmuuu..mau ah nyontek ilmunya. Tapi aku pengen kumpul2 juga biar seruuuu

  • lendyagasshi

    Jumat, 11 Januari 2019 at 8:28 AM

    Cakep beuud, Nyak..
    Dan senang bisa berkumpul sama mak Ety dan mba Carra.

    Kalo di Bandung, bakalan dateng gak Nyak?
    Ngiahahaha~

  • Uniek Kaswarganti

    Jumat, 11 Januari 2019 at 8:47 AM

    Huhuhuuuu…harusnya kita ketemu di sana ya Nyak, waktu itu aku udah terdaftar untuk ikut. Tapi sayang, karena ga jadi bawa anak malah trus ga dapet ijin dari mas bojo hihiii.. soalnya pas banget anak liburan dan si sulung pulang dari pondok. Ga boleh ditinggalin untuk acara ini.
    Thanks ya sudah dibagi cerita tentang keseruan acara ini. Semoga lain waktu Kemdikbud bikin acara gini lagi dan aku bisa ikutan. *ngarepbanget :))

  • Tuty Queen

    Jumat, 11 Januari 2019 at 9:14 AM

    Setuju banget mbak..pendidikan anak nggak cuma terbaras di sekolah saja,tapi di rumah dan lingkungan juga anak bisa mendapat pendidikan yang berkarakter.

  • Novitania

    Jumat, 11 Januari 2019 at 9:19 AM

    Seru banget sih acaranya. Mupeng deh.
    Mudah mudahan acara acara seperti ini ada terus yaa. Dan aku bisa ikutan hehe *ngarep

  • Indira W

    Jumat, 11 Januari 2019 at 10:40 PM

    3 hari gak ada yang sia2 ya mba.
    Ingin sekali ikut workshop nonton filmnya! 😀

  • Dewi Natalia

    Minggu, 13 Januari 2019 at 7:08 PM

    Acaranya ga cuma sehari ya mba. Asik banget! Banyak banget ilmu tentang esai dan membuat film yang didapat pastinya ya mba. Share tips untuk membuat film yang didapat dari acara ini dong mba hehehehe

  • Naqiyyah Syam

    Sabtu, 2 Maret 2019 at 9:32 AM

    Membaca ini aku ikutan bahagia, ya Allah keren abis ya acaranya. Mantap banget Mbk, berjaya selalu ya. Ikutan menikmati tulisannya. Cerita dan motivasi Mas Gong emang keren, tak bosan dapat wejangannya kalau ketemu.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Prev Post Next Post